Gubernur VBL: Panti Asuhan Binongko Jadi Tempat Martabat Manusia Dimuliakan

KUPANG, TIMORline.com-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, kehadiran 39 finalis Putri Indonesia 2020 di Panti Asuhan Binongko sangat tepat agar mereka dapat lebih peka memahami dan memaknai apa sesungguhnya pekerjaan kemanusiaan yang telah dilaksanakan selama puluhan tahun oleh Biara SSpS.

“Ini adalah para finalis Puteri Indonesia. Mereka datang ke Labuan Bajo, ke Panti Asuhan Binongko ini. Terima kasih kepada para finalis yang telah datang dan membaur bersama anak-anak yang ada di Panti Asuhan St. Damian di Labuan Bajo. Ini adalah tempat di mana martabat manusia dimuliakan. Karena di tempat ini anak-anak cacat mental, cacat fisik dirawat, dijaga dan dibina suster-suster dalam segala keterbatasan yang ada,” tandas Gubernur VBL melalui Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Dr. Jelamu Ardu Marius, MSi di sela-sela kunjungan, Senin (24/02/2020).

Diakui, masih ada masalah air minum dan lain sebagainya. Mari membantu anak-anak kita yang cacat ini. Ini luar biasa suster, karena anak-anak ini sudah sangat luar biasa. Mereka bisa berpidato dan menyanyi dengan bagus.

“Semuanya ini adalah penyelenggaraan Tuhan. Kehadiran finalis Puteri Indonesia di sini juga adalah bagian dari cara memuliakan martabat manusia”, katanya.

Menurut Marius, kerja dan perhatian seperti yang dilakukan para suster benar-benar membutuhkan hati yang bisa ikut merasakan kesulitan yang dihadapi orang lain. Terimakasih Mustika Ratu dan Bunda Julie yang telah membawa para finalis Puteri Indonesia mengunjungi anak anak di panti asuhan ini,” kata doktor jebolan IPB Bogor ini.

Pimpinan Panti Suster Angela Rosa, SSpS bersyukur dan berterimakasih untuk kunjungan para finalis Putri Indonesia.

“Kami senang bisa dikunjungi dan ini bentuk dukungan dan kebaikan hati anda sekalian. Tuhan telah mengirim para Putri Indonesia ke tempat ini untuk peduli kepada kami,” kata Suster Angela dan mengaku beberapa tahun lalu juga panti ini dikunjungi Miss Grand.

Finalis Putri Indonesia asal Propinsi Sumatera Barat, Louise Kalista Iskandar dan finalis Putri Indonesia asal DKI Jakarta 6, Gabriella Devita Febiola mengaku, senang bisa ada di panti asuhan Binongko.

“Semoga kehadiran kami di tempat ini dan interaksi yang terjadi di antara kami, menginspirasi kami untuk bisa berbagi demi kemanusiaan,” ucap Louise dan diamini Gabriella.

Usai mengunjungi panti asuhan Binongko, para putri dibawa ke destinasi wisata Batu Cermin. Sedangkan group lainnya ke Pulau Rinca dan Desa Wisata Melo.
Pukul 15.45 wita, para finalis kembali ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: Biro Humas dan Protokol Setprop NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *