Polres Malaka Perlihatkan Pelaku Pembunuhan Kakek 75 Tahun ke Publik

BETUN, TIMORline.com-Polres Malaka patut diacungi jempol. Sebab, sebagai Polres baru mulai menuai prestasi.

Awal bulan ini, tepatnya 6 Pebruari, Polres yang secara resmi terbentuk pada 18 Desember 2019, berhasil menciduk Ferdi Tesan Kehi, pelaku pembunuhan kakek 75 tahun, Rofinus Iku.

Ferdi terciduk setelah pihak Polres Malaka bekerja ekstra keras selama 20 hari terhitung Rabu 15 Januari 2020 hingga Kamis 6 Pebruari 2020.

Pelaku Ferdi adalah warga Dusun Marobo Desa Bereliku Kecamatan Malaka Tengah. Sedangkan korban Rofinus adalah warga Dusun Uarau A Desa Babulu Kecamatan Kobalima.

Pada Minggu (16/02/2020), pihak Polres Malaka di bawah pimpinan Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno didukung pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan reka ulang peristiwa itu.

“Reka ulang ini dimaksudkan untuk melengkapi berkas perkara pelaku atau tersangka yang sementara ditangani penyidik”, tandas Kapolres Albertus dalam arahannya kepada anggota yang akan melakukan pengamanan reka ulang.

Seusai reka ulang, tersangka Ferdi diperlihatkan Kapolres Albertus kepada publik melalui konferensi pers yang dilakukan di Mapolres Malaka, Minggu sore.

Kepada wartawan, Kapolres Albertus menguraikan kronologis peristiwa yang menghebohkan masyarakat Malaka itu.

Dengan mengutip keterangan tersangka Ferdi, Kapolres Albertus bilang, tersangka nekat menghabisi korban Rofinus karena dendam dan iri hari. Sebab, korban pernah menegur tersangka kalau tersangka akan mencuri sapinya.

Pada hari kejadian, Rabu (15/01/2020), korban masih mengulangi teguran serupa kepada tersangka. Karena itulah terjadi perdebatan antara keduanya. Perdebatan ini berlanjut dengan penganiayaan. Korban nyaris membacok tersangka.

Tetapi, kekuatan tidak imbang. Parang milik korban berhasil dirampas tersangka. Tersangka kemudian menggunakan parang milik korban untuk membacok korban kembali.

Akibat bacokan tersangka, korban mengalami luka-luka antara jari ibu dan jari telunjuk. Ini karena korban berusaha menangkis parang.

Tetapi, tersangka belum juga puas. Parang yang sama dibacokkan ke leher korban. Seketika pula korban jatuh telungkup di tanah. Nyawanya tak bisa tertolong: meninggal. Jasad korban kemudian ditemukan anak mantunya, Yasintus Meak. Lalu, diinformasikan kepada warga.

Penemuan jasad korban kemudian diinformasikan ke pihak Polsek Kobalima. Selanjutnya, Polsek Kobalima laporkan ke Polres Malaka.

Atas laporan Polsek Kobalima, Kapolres Albertus memerintahkan Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Yusuf bersama seluruh kekuatan Polri di wilayah Kabupaten Malaka didukung jajaran Polres Belu untuk mengungkap pelaku pembunuhan korban.

“Setelah bekerja keras 20 hari, terhitung sejak 15 Januari hingga 6 Pebruai 2020, kita tangkap pelakunya. Untuk melengkapi berkas, tadi siang kita lakukan reka ulang. Pelakunya adalah Ferdi Tesan Kehi”, jelas Kapolres Albertus.

Disebutkan, dari penyidikan yang dilakukan, tersangka mengakui terus terang perbuatannya.

“Tindakan pembunuhan yang dilakukannya juga berkaitan dengan rencananya untuk mencuri. Tetapi, untuk masalah pencurian, masih perlu didalami penyidik”, tandas Kapolres Albertus.

Kapolres Albertus bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan dan semua pihak terutama masyarakat Desa Babulu.

Sebab, atas bimbingan Tuhan dan dukungan masyarakat terutama masyarakat Desa Babulu, Polres Malaka sebagai Polres baru yang serba terbatas baik personil maupun fasilitas berhasil mengungkap kasus ini.

“Terimakasih Tuhan. Terimakasih masyarakat Malaka. Mohon dukungan dan doa semuanya untuk kami”, demikian Kapolres Albertus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy