oleh

Polres Malaka Reka Ulang Pembunuhan Kakek 75 Tahun di Kobalima

BETUN, TIMORline.com-Pihak Polres Malaka reka ulang kasus pembunuhan kakek 75 tahun, Rofinus Iku. Dia adalah warga Dusun Uarau A Desa Babulu Kecamatan Kobalima.

Reka ulang ini dipimpin langsung Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno, Minggu (16/02/2020).

Ikut mendampingi Kapolres Albertus adalah Kasat Reskrim Iptu Yusuf, Kasat Binmas Iptu Cyrillus Manek dan Kabag Ops AKP Yanuarius Seran. Ikut pula Kapolsek Kobalima, Kapolsek Malaka Timur, Kapolsek Malaka Tengah dan Kapolsek Weliman.

Selama reka ulang, tersangka Ferdi melakukan ulang perbuatannya dengan lancar di hadapan petugas kepolisian dan warga yang menyaksikannya. Dia aktif menunjukan setiap titik di mana dia berada. Ini dimulai dari rumah pribadinya, selama perjalanan ke tempat kejadian perkara (TKP) maupun di TKP.

Saat keluar dari rumah, tersangka Ferdi pamit kepada istrinya Maria Boe untuk ke sawah. Untuk meyakinkan istrinya, Ferdi membawa pacul dan tajak. Lalu, dia berjalan menuju sawah yang letaknya tak jauh dari rumah.

Tetapi, tak berapa lama kemudian, Ferdi pulang dari sawah. Dia menyimpan kembali pacul dan tajaknya dengan cara menancapkannya di pohon yang berada tepat di depan rumah.

Ferdi lalu meninggalkan rumahnya di Dusun Marobo Desa Bereliku Kecamatan Malaka Tengah. Saat itu, istrinya Maria Boe tidak ada di rumah. Dia berjalan kaki menuju jalan umum. Tepatnya di samping SDI Nailera. Di sini, Ferdi menahan sepeda motor ojek untuk selanjutnya menuju perempatan Beiabuk Betun.

Dari perempatan Beiabuk, sekali lagi Ferdi menggunakan sepeda motor ojek ke depan Kantor Kecamatan Malaka Tengah. Di sini, dia menunggu angkutan umum. Selanjutnya, menuju TKP di Dusun Uarau Desa Babulu.

Tetapi, setiba di ujung Jembatan Haroe I Dusun Mamakun Desa Lakekun Kecamatan Kobalima, Ferdi turun dari angkutan umum. Selanjutnya, Ferdi berjalan kaki lewat hutan. Dia kemudian muncul kembali di bawah kaki Bukit Cinta Desa Sanleo Kecamatan Malaka Timur.

Selanjutnya, Ferdi menggunakan angkutan umum menuju Dusun Uarau Desa Babulu. Setiba di Dusun Uarau, Ferdi berjalan ke dalam hutan bambu. Tepatnya di belakang perkampungan Dusun Uarau. Saat itulah dia bertemu Rofinus Iku, kakek 75 tahun yang kemudian dibunuhnya.

Saat berpapasan, keduanya terlibat pertengkaran. Ini diduga dipicu tudingan kakek Rofinus kalau Ferdi mencuri sapinya. Tak tahan berdebat, kakek Rofinus berusaha menghunus parangnya sambil mendekati Ferdi.

Tahu nyawanya terancam, Ferdi merampas parang milik kakek Rofinus. Parang itu digunakan Ferdi untuk membacok Rofinus. Kakek Rofinus yang berusaha menangkis bacokan Ferdi, tangan kanannya kena bacok antara jari ibu dan jari telunjuk. Sehingga, daging antara kedua jari itu mengalami luka-luka.

Meskipun demikian, Ferdi terus menyerang kakek Rofinus. Bacokan Ferdi satu kali mengenai Rofinus, tepat di bagian bahu kanan belakang mengarah ke rebis kiri. Seketika itu, nyawa kakek Rofinus tak bisa tertolong. Dia meninggal di tempat. Sudah begitu, Ferdi tinggalkan jasad Rofinus.

Tetapi, ternyata Ferdi tidak lolos begitu saja. Saat hendak pulang ke kampung, Ferdi sempat dilihat anak mantu kakek Rofinus, Yasintus Meak. Saat itu Ferdi memegang parang milik kakek Rofinus yang berlumuran darah.

Atas informasi Yasintus, warga kampung Uarau Desa Babulu tahu kalau bapak mantunya dibunuh orang dan ditemukannya sudah dalam keadaan tak bernyawa jauh dari kampung sekira satu kilometer.

Peristiwa yang terjadi pada 15 Januari 2020 itu sampai ke pihak Polres Malaka. Mendapat informasi itu, Kasat Reskrim Polres Malaka Iptu Yusuf bersama anggota malam itu juga langsung mengevakuasi jasad Rofinus ke kampung Uarau. Selanjutnya, jasad Rofinus dibawa ke RSPP Betun untuk divisum.

Kapolres Malaka AKBP Albertus Neno dalam keterangannya kepada media seusai reka ulang, Minggu (16/02/2020) sore memastikan kalau perbuatan Ferdi termasuk pembunuhan biasa.

“Ini pembunuhan biasa, sesuai dengan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP indonesia dengan ancaman hukuman minimal sembilan tahun”, jelas Kapolres Albertus.

Selama reka ulang,  Ferdi selaku tersangka didampingi kuasa hukumnya Melkianus Conterius Seran,  SH.

Reka ulang ini mendapat pengamanan seluruh kekuatan Polres Malaka didukung kekuatan personil dari Polsek terdekat dan TNI dari Koramil terdekat.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar