Polisi Tetapkan Tersangka Tunggal Pembunuhan Kakek 75 Tahun di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Aparat Kepolisian Resor (Polres) Malaka berhasil mengungkap dalang di balik kasus penemuan mayat di Dusun Uarau Desa Babulu Kecamatan Kobalima Kabupaten Malak pada Rabu (15/01/2020) sore.

Sedangkan Ferdi Tesan alias Ferdi Tesan Kehi alias Ferdi (49), warga Marobo, Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Sebab akibat perbuatannya, laki-laki yang kemudian diidentifikasi bernama Rofinus Ikun (75), tewas dibacok. Korban adalah warga Dusun Uarau, Desa Babulu Kecamatan Kobalima,.

Hal ini diungkapkan Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno, SH, melalui Kasat Reskrim Iptu Yusuf, SH, ketika dikonfirmasi media ini, Sabtu (15/02/2020) pagi.

Menurut Yusuf, usai menerima laporan terkait kasus tersebut sesaat setelah penemuan mayat tersebut, pihaknya langsung bergerak untuk mengusut kasus yang menimpa kakek tersebut.

“Puji Tuhan, kerja keras kita akhirnya membuahkan hasil. Kita sudah tetapkan tersangka tunggal, atas nama Ferdi Tesan aliaa Ferdi Tesan Kehi alias Ferdi dalam kasus ini”, ungkap Yusuf.

Motif dari pembunuhan tersebut, kata Yusuf, adalah pencurian. Korban yang adalah pemilik sapi, memergoki tersangka sedang menjalankan aksinya, yakni mencuri sapi. Akhirnya terjadi pertengakaran, yang berbuntut pada pembacokan tersebut.

“Tersangka mau mencuri sapi di hutan, namun korban melihat lebih dahulu dan terjadilah pertengkaran mulut antara keduanya di TKP. Korban sempat cabut parang mau potong pelaku namun parangnya ditangkap pelaku lalu pelaku memotong korban kena tangan kemudian memotong leher korban mengakibatkan korban meninggal di TKP”, jelas Yusuf.

Kakek tersebut ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bacok di leher dan tangannya. Kakek malang tersebut pertama kali ditemukan anak mantunya, YM, di hutan Wekamanasa Dusun Uarau A Desa Babulu, pada Rabu (15/01/2020) sore.

Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumahnya di Dusun Uarau sekira pukul15.00 Wita untuk memasukkan sapi ke kandang, sebagaimana selalu dilakukan korban bersama anak mantunya saban hari.

Namun pada hari kejadian, korban berangkat sendiri ke hutan untuk mencari sapi karena anak mantunya, YM masih menghadiri rapat di Kantor Desa Babulu. Ketika pulang dari Kantor Desa, YM menyusul korban ke hutan. Namun, menurut penuturan YM, dirinya menemukan korban sudah dalam keadaan tak berdaya. Lalu, dirinya kembali ke rumah dan memberitahukan istrinya dan orang-orang lain bahwa korban sudah dibunuh.

Setelah mendapat laporan terkait kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak ke TKP dan langsung mengadakan olah TKP seadanya karena kondisi medan yang cukup sulit dengan bantuan penerangan seadanya.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi belum menemukan apa-apa soal terduga pelaku, tetapi polisi berhasil mengambil keterangan dari dua saksi, yakni anak kandung korban yang setiap hari tinggal serumah dengan korban dan anak mantu korban yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan tak bernyawa.

Polisi juga berhasil menemukan beberapa fakta di TKP, yakni parang yang biasa dibawa korban menghilang dari sarungnya dan tidak ditemukan di sekitar korban. Sedangkan sarung parang tersebut masih melekat di jepitan lengan korban.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: nusantara9.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy