oleh

Musrenbangcam Io Kufeu, Inilah Usulan Peserta

PAPOPE, TIMORline.COM-Ratusan peserta menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kantor Kecamatan Io Kufeu, Papope, Selasa (11/02/2020).

Musrenbangcam ini diawali dengan penyampaian sebaran program dan kegiatan dari pihak Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian  dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Malaka.

Dilanjutkan, dengan pembagian kelompok diskusi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur.

Sesuai pantauan TIMORline.com, diskusi kelompok bidang ini berlangsung alot. Sebab, peserta asal tujuh desa dari wilayah kecamatan ini ingin menggolkan usulan masing-masing.

Di kelompok diskusi bidang pendidikan, tampak para kepala sekolah dan beberapa guru perwakilan sekolahnya terlibat debat.

Suasana debat lebih seru terlihat di kelompok diskusi bidang infrastruktur yang terdiri dari para kepala desa dan penjabat kepala desa. Beberapa kali Mikhael Laka selaku pengarah mengingatkan kelompok ini soal waktu diskusi.

Setelah mendengar penyampaian hasil diskusi semua kelompok bidang, peserta menyepakati lima usulan.

Di bidang pendidikan, peserta mengusulkan pembangunan dua ruang baru di SMPN Satap Oetfo, dua ruang baru di SMPN Raymea dan dua ruang baru di SDI Raymea.

Di bidang kesehatan, peserta mnengusulkan pembangunan rumah medis dan paramedis di Puskesmas Bani-Bani.

Di bidang ekonomi, seluruh peserta sepakat mengusulkan pengadaan bibit kambing bagi warga tujuh desa se-Kecamatan Io Kufeu.

Sedangkan di bidang infrastruktur, peserta sepakat mengusulkan lanjutan peningkatan jalan hotmix Balibo-Fatoin.

Selain itu, ada pula usulan pembangunan embung besar di Desa Fatoin dan Tunabesi masing-masing senilai Rp1,6 miliar.

Camat Io Kufeu Laurensius Seran, saat membuka kegiatan Musrenbangcam ini menjelaskan, Musrenbangcam ini sebetulnya hanya menindaklanjuti hasil Musrenbang Desa yang dilakukan di desa sebelumnya.

“Dalam Musrenbangcam hari ini kita membahas dan nantinya hanya membawa lima usulan program dan kegiatan prioritas ke tingkat kabupaten”, tandas Camat Laurensius.

Dijelaskan, lima usulan prioritas kecamatan yang dibawa ke kabupaten tidak lagi menjadi usulan masing-masing desa.

“Yang dibawa ke kabupaten itu usulan kecamatan. Jadi, di Kecamatan Io Kufeu itu ada tujuh desa. Masing-masing bawa lima usulan ke tingkat kecamatan berarti ada 35 usulan. Nahhh, ke kabupaten kita hanya bawa lima usulan prioritas sebagai usulan prioritas kecamatan, bukan usulan desa”, demikian Camat Laurensius.

Anggota DPRD Malaka Markus Baria Berek dalam sambutannya mengharapkan ke depan pihak BP4D Kabupaten Malaka sudah harus menyampaikan seluruh sebaran program dan kegiatan sampai ke desa sebelum diadakan Musrenbangcam.

Sebaran awal ini, menurut Markus, penting untuk menghindari jangan sampai usulan desa tidak sesuai dengan usulan kecamatan yang disampaikan ke kabupaten.

“Sebagai anggota Dewan, kami akan mengawal usulan program dan kegiatan masyarakat dalam sidang dan rapat-rapat komisi di DPRD Malaka. Kebetulan saya di Komisi II, usulan-usulan itu akan kami sinergikan dengan bidang Komisi I dan Komisi III”, tandas mantan wartawan ini.

Asisten I pada Setkab Malaka Zakarias Nahak mengatakan, Kabupaten Malaka memiliki wilayah yang sangat luas.

Sehingga, sebaran program dan kegiatannya harus dilihat yang paling dibutuhkan dan mendesak bagi masyarakat Io Kufeu.

“Program prioritas itu disandingkan dengan keuangan yang ada. Sesuai ilmu perencanaan, program mengikuti uang. Padahal, mestinya uang mengikuti program. Tetapi, karena anggaran kita terbatas, tidak hanya untuk Kecamatan Io Kufeu, sehingga sesuai perencanaannya, program mengikuti uang”, tandas Zakarias.

Zakarias mengharapkan usulan-usulan program dan kegiatan yang dibawa ke kabupaten harus bisa dijelaskan manfaatnya.

Dia mencontohkan, kalau jembatan putus tidak dibangun, berarti arus ekonomi masyarakat macet.

Usulan lain adalah pengadaan bibit kambing. Mantan Inspektur Kabupaten Malaka ini bertanya apakah wilayah desa itu cocok untuk ternak kambing atau tidak. Sebab, kambing itu tidak bisa hidup di tanah basah dan berlumpur.

“Kambing hanya bisa hidup di tanah berbatu. Apakah di wilayah seperti itu ada pakan atau tidak”, demikian Zakarias.

Hadir dalam Musrenbangcam ini sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Agustinus Nahak, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Ferdinandus Un Muti dan Sekretaris Dinas Kominfo Wilhelmus Laka.

Hadir pula anggota Dewan asal Daerah Pemilihan III, yakni Markus Baria Berek dari Fraksi Partai Golkar, Antonius Un dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Adrianus Tutu Nenometa dari Fraksi Nasdem.

Musrenbangcam ini berakhir dengan pemilihan lima delegasi Kecamatan Io Kufeu yang akan mengikuti Musrenbang Kabupaten.

Kelima delegasi itu adalah Camat Io Kufeu Laurensius Seran, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Io Kufeu Vinsensius Mau, Kades Biau Yanuarius Primus Un, Kepala SDK Fatuao Benediktus Bria dan Kepala Puskesmas Tunabesi Theresia Imelda Bubu.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar