Peserta Musrenbangcam Botin Leobele Usulkan Pembangunan Jembatan Hubungkan Dua Kecamatan

MANUBONU, TIMORline.com-Ratusan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Tingkat Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepakat mengusulkan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kecamatan.

Kesepakatan usulan itu dicapai setelah pihak Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Malaka menyebarkan perencanaan program dan kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka dan menyepakati usulan-usulan program dan kegiatan Kecamatan Botin Leobele dalam Musrenbangcam Tingkat Kecamatan Botin Leobele Tahun Anggaran 2021 di Kantor Kecamatan Botin Leobele, Jumat (14/02/2020).

Jembatan yang diusulkan pembangunannya pada Tahun Anggaran 2021 itu berlokasi tepat di Sungai Motabaen.

Nantinya, jembatan itu menghubungkan wilayah Kecamatan Botin Leobele dengan wilayah Kecamatan Malaka Tengah.

Di wilayah Kecamatan Botin Leobele, warga yang bakal langsung memanfaatkan Jembatan Motabaen adalah masyarakat Desa Takarai, Kereana, Babotin Selatan dan Babotin Maemina. Sedangkan di pihak Kecamatan Malaka Tengah, warga yang bakal langsung memanfaatkan Jembatan Motabaen adalah masyarakat Badarai, Kateri dan Bakiruk.

Beberapa warga dalam perjalanan pulang dari Betun, ibukota Kabupaten Malaka, melintasi Sungai Motabaen menuju Takarai Kecamatan Botin Leobele, Jumat (14/02), sempat terjebak banjir.

Setelah menunggu air surut hampir empat jam, mereka pun menyeberang satu per satu dengan tetap mengendarai sepeda motor. Saat satu pengendara lewat, yang lain antri dari seberang sekalian mengawasi penyeberang yang sedang melintas. Kuatir penyeberang bersangkutan terbawa banjir.

Yan Moruk, salah satu pengendara dan penyeberang, mengaku sudah terbiasa di jalur Sungai Motabaen. Sebab, sejak kecil selalu melewati sungai ini.

Yan dan kawan-kawan mengingatkan TIMORline.com dan harian Victory News yang melintasi sungai ini beberapa jam setelah meluap supaya hati-hati menyeberang.

Sesuai pantauan TIMORline.com, bentangan Sungai Motabaen sangat luas. Diperkirakan mencapai ratusan meter. Sehingga, alokasi anggaran pembangunannya tentu besar.

Maksi Kiik, salah satu pendamping lokal desa di Kecamatan Botin Leobele, yang melintasi Sungai Motabaen seusai Musrenbangcam Tingkat Kecamatan Botin Leobele, mengatakan, masyarakat Kecamatan Botin Leobele dan Malaka Tengah sangat gembira dengan rencana pembangunan Jembatan Sungai Motabaen.

Tetapi, Maksi berharap, rencana dan usulan program dan kegiatan Kecamatan Botin Leobele itu tidak selesai bersamaan dengan ditutupnya Musrenbangcam Tingkat Kecamatan Botin Leobele Tahun Anggaran 2020.

Maksi mengungkapkan, rencana pembangunan Jembatan Sungai Motabaen ini sudah diusulkan berulang-ulang. Tetapi, hingga saat ini belum dibangun

“Kita harap, perencanaan dan usulan masyarakat ini diakomodir dan direalisasikan pada tahun anggaran 2021 mendatang”, demikian Maksi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *