oleh

KPU Malaka Belum Terima Calon Perseorangan Peserta Pilkada Serentak 2020

BETUN, TIMORline.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum menerima calon perseorangan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Malaka 23 September 2020.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Bere Nahak di ruang kerjanya, Senin (10/02/2020).

Makarius menjelaskan, tahapan pilkada serentak Malaka 2020 sudah diluncurkan pada 16 Desember 2019.

Sejak itu, pihaknya memberikan kesempatan bagi putera-puteri Malaka untuk mendaftar atau setidaknya berkonsultasi ke pihak KPU untuk maju sebagai peserta pilkada serentak Malaka 2020 dari jalur perseorangan.

Tetapi, hingga hari ini belum ada yang mendaftar. Karena itu, Makarius yakin kalau calon perseorangan dalam pilkada Malaka serentak 2020 tidak ada.

“Kalau ada calon perseorangan berarti harus ada operatornya. Karena operatornya harus mengikuti bimbingan teknis atau bimtek yang diselenggarakan KPU pusat”, kata Makarius.

Menurut dia, apabila konsultasi calon perseorangan itu sudah dilakukan terhitung 16 Desember 2019 maka pendaftaran dan penyerahan berkas dokumen calon sudah bisa dilakukan pada 19-23 Pebruari ini.

“Pendaftaran dan penyerahan berkas dokumen calon perseorangan jadwalnya 19-23 Pebruari ini. Berkasnya pasti kita terima tetapi kita akan tanya siapa operatornya. Operatornya sudah mengikuti bimtek atau belum. Kalau ikut, ikutnya di mana. Karena nama operatornya pasti ada di KPU Pusat”, tandas Makarius.

Makarius mengakui kalau calon perseorangan jauh lebih ribet dari calon pasangan bupati-wakil bupati yang diajukan partai politik. Sebab, untuk maju melalui jalur perseorangan, calon bersangkutan harus mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP) pemilih sekira 20 persen dari jumlah total pemilih dalam Pemilu Serentak Malaka 2020.

Sehingga sesuai regulasi yang ada, kata Makarius, calon perseorangan dalam pilkada serentak Malaka 2020 harus bisa mengumpulkan dan menyerahkan 12.000 KTP lebih pendukung ke KPU Malaka.

“Tetapi, jumlah KTP pendukung yang diserahkan ke kita jangan hanya 12.000 lebih itu. Bila perlu KTP-nya sampai dengan 20.000”, tandas Makarius.

Selanjutnya, kata Makarius, pihaknya akan melakukan verifikasi dengan pemilik KTP. Pemilik KTP akan tanya, benar atau tidak KTP itu pemilik yang bersangkutan.

“Kalo benar, bapak atau mama mendukung pasangan ini menjadi bupati dan wakil bupati atau tidak. Jadi, mendukung atau tidak, pemilik KTP akan membuat pernyataan. Lalu, dibuatkan dokumentasi berupa foto. Surat pernyataan discan lalu dikirim dengan foto-foto itu ke KPU Pusat hari itu juga sebagai laporan kegiatan”, katanya.

Untuk saat ini, tandas Makarius, calon perseorangan memang belum ada. Pihaknya masih menunggu pasangan siapa yang datang mendaftar. Sebab, waktu pendaftaran atau penyerahan berkas dokumen calon 19-23 Pebruari.

“Siapa tahu ada yang mendaftar antara rentang waktu lima hari itu”, kata Makarius.

Dijelaskan, pada hari pertama sampai dengan hari keempat, pihaknya menerima pendaftaran atau berkas mulai pukul 08.00-16.00 wita. Tetapi, pada hari kelima sebagai hari terakhir, pendaftaran atau penyerahan berkas dimulai pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 24.00 wita.

“Pukul 24.00 wita lewat satu menit, kita tutup pendaftaran”, demikian Makarius.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar