120 Calon PPK Pilkada Malaka 2020 Tes Wawancara

BETUN, TIMORline.com-Sebanyak 120 calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Malaka 2020 mengikuti tes wawancara di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka.

Tes wawancara itu berlangsung selama dua hari, Sabtu (08/02) dan Senin (10/02). Pada hari pertama, tes wawancara diikuti 70 peserta dari tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Io Kufeu, Kobalima, Weliman, Malaka Barat, Wewiku dan Rinhat.

Sedangkan pada hari kedua, tes wawancara tersebut diikuti 50 peserta dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Sasitamean, Laenmanen, Botin Leobele, Malaka Timur dan Kobalima Timur.

Ketua KPU Kabupaten Malaka Makarius Bere Nahak yang ditemui di kantornya, Senin (10/02/2020), menjelaskan, para peserta dari masing-masing kecamatan sebanyak 10 orang.

Dijelaskan, sepuluh orang ini adalah lulusan 10 besar dari hasil seleksi administrasi dan tes tertulis yang dilakukan sebelumnya.

“Lima dari 10 orang itu akan ditetapkan menjadi panitia ad hoc di kecamatan. Sedangkan lima orang lainnya menjadi cadangan”, tandas Makarius.

Menurut Makarius, calon cadangan ini diperlukan untuk mengantisipasi Pengganti Antar Waktu (PAW).

“PAW bisa terjadi bila ada anggota PPK yang berhalangan tetap atau meninggal dunia, mengundurkan diri atau faktor lain, misalnya menjadi anggota partai politik”, katanya.

Soal penilaian kelulusan, urai Makarius, pihaknya punya Standar Operasional (SOP) Penilaian sendiri.

“SOP itu mengatur internal kami. Pihak luar tidak perlu tahu”, kata Makarius sambil tertawa.

Soal nilai, kata Makarius, tidak merupakan akumulasi nilai akhir tes tertulis dan wawancara. Tetapi, nilai itu diambil dari masing-masing tahapan hasil seleksi antara 6-10. Kalau nilainya lima ke bawah, pesertanya langsung dinyatakan gugur.

“Nilai hasil tes baik tes tertulis maupun wawancara discan dan langsung dikirim ke KPU Pusat. Ini dimaksudkan supaya KPU Pusat bisa kontrol kinerja komisioner Kabupaten Malaka. Jangan sampai ada peserta yang nilainya lima ke bawah diluluskan, sedangkan peserta yang nilainya enam ke atas malahan tidak lulus. Kita ketat. Kita kerja tapi dikontrol KPU Pusat setiap saat”, demikian Makarius.

Saat berita ini diturunkan, panitia seleksi dan para komisioner KPU Malaka masih mewawancarai peserta.

Tampak peserta antrian menunggu dipanggil untuk diwawancarai satu per satu. Mereka duduk bertebaran di halaman dan teras dalam Sekretariat KPU Malaka.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *