oleh

Kapolsek Laenmanen Pimpin Anggota Temukan 11 Ekor Sapi Milik Warga yang Hilang

BETUN, TIMORline.com-Kapolsek Laenmanen Iptu Benediktus Bau memimpin langsung anggotanya melakukan pencarian dan berhasil menemukan kembali 11 ekor sapi milik dua warga Desa Kapitan Meo, Sabtu (08/02/2020) malam pukul 20.30 wita.

Ke-11 ekor sapi itu milik Stefanus Muit dan Yosefina Lin. Rinciannya,  lima ekor di antaranya milik Stefanus.  Sedangkan enam ekor lainnya milik Yosefina.  Selama ini, sapi-sapi itu diikat di dalam kebun. Sekira pukul 20.00 wita, kedua warga itu memastikan kalau sapi-sapi milik mereka sudah tidak ada.

Peristiwa kehilangan itu kemudian diinformasikan Stefanus dan Yosefina sebagai pemilik kepada Bhabinkamtibmas Desa Kapitan Meo Bripka Adyanto Taena.

Bripka Taena kemudian melaporkan pengaduan dua warga Desa Kapitan Meo itu kepada Kapolsek Laenmanen. Setelah berkoordinasi dengan seluruh anggota, Kapolsek Laenmanen Iptu Benediktus Bau bergerak cepat dengan menyebarkan seluruh anggota ke titik-titik wilayah yang dianggap menjadi pintu masuk-keluar para pelaku pencurian.

Dari anggota yang ada di Polsek Laenmanen, lima anggota dibantu masyarakat menjaga jalur-jalur yang diduga akan dilewati para pencuri sapi.

Sedangkan Kapolsek Benediktus bersama lima anggota lainnya bersama warga lain mengejar pelaku di tempat-tempat yang diduga membawa sapi.

Penyebaran dan pengejaran anggota Polsek Laenmanen di bawah kendali Kapolsek Benediktus ini dimaksudkan untuk membendung dan menyempit ruang gerak para pencuri sapi milik Stefanus.

Selain itu, Kapolsek Benediktus menginformasikan kepada masyarakat desa tetangga untuk membantu menjaga jalur-jalur yang akan dilalui pencuri dan membantu mencari sapi yang hilang

Sekira pukul 02.00 wita, Kapolsek Benediktus bersama anggota dan masyarakat berhasil menemukan kembali 11 ekor sapi yang hilang di wilayah batas antara Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam keadaan lengkap.

Sedangkan para pelaku yang berjumlah dua orang melarikan diri ke dalam hutan.

Berangkat dari peristiwa ini, Kapolsek Benediktus mengimbau masyarakat supaya sapi dan jenis ternak lainnya dikandangkan atau diikat di dekat rumah.

“Kalau ternak dikandangkan atau diikat di dekat rumah, pemilik mudah kontrol. Kalau jauh atau di dalam hutan, tidak bisa dikontrol”, tandas Kapolsek Benediktus yang dihubungi melalui telp selulernya, Minggu (09/02/2020) siang.

Selain itu, Kapolsek Benediktus akan memimpin anggotanya melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Laenmanen terutama di tempat-tempat yang diduga rawan pencurian sapi

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Benediktus masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku pencurian sapi milik kedua warga itu.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar