Wabup Belu: Wartawan itu Kuli Kritik Tapi Jangan Dijauhi

ATAMBUA, TIMORline.com-Wartawan itu kuli menulis, kuli kritik, kuli informasi, kuli ungkap, kuli bongkar dan kuli informasi. Tetapi, tidak boleh dijadikan lawan atau menjauhinya.

Sebaliknya, wartawan harus dirangkul dan bermitra secara baik dengan mereka.

Hal ini ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Belu J.T. Ose Luan dalam sambutannya saat pengukuhan Badan Pengurus Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL Periode 202-2022 di Aula Dharma Wanita Bete Lalenok, Atambua, Jumat (31/01/2020).

Wabup Ose Luan menjelaskan, wartawan itu kuli kritik. Tapi, mereka tidak boleh dijauhi dan dianggap lawan. Sebaliknya, mereka harus dirangkul.

“Lebih baik kita merangkul mereka untuk berjalan bersama-sama. Kalau dijauhi, mereka bisa mendahului kita dengan fakta. Lirikan dan bidikan mereka bisa berlari sejauh-jauhnya. Kita yang di birokrasi pemerintahan harus merangkul wartawan. Sebab, wartawan itu terhormat dan harus dihormat”, tandas Wabup Ose Luan.

Menurut mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Belu itu, wartawan itu suka bongkar-bongkar tapi biasanya langsung perbaiki.

“Mereka mengungkap setiap informasi. Banyak hal bisa diungkap. Mereka bicara tentang pemerintah, partai politik, pembangunan, dan lainnya”, kata Wabup Ose Luan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wabup Ose masih bertanya kepada pembawa acara apakah Badan Pengurus Pena Batas langsung dilantiknya.

Ditanya begitu, Margaretha Penu selaku pembawa acara langsung mendaulat Badan Pengurus Pena Batas Periode 202.-2022 untuk mengambil tempat di depan.

Selanjutnya, Romo Inocensius Nahak Berek diminta untuk mengukuhkan Badan Pengurus Pena Batas yang sudah siap di depan.

Dengan memohon berkat Tuhan, Romo Inocensius memberkati Stefanus Dile Payong bersama kawan-kawan dan sah sebagai Badan Pengurus Pena Batas Periode 2020-2022.

Badan Pengurus Pena Batas yang dikukuhkan adalah Stefanus Dile Payong selaku ketua, Yohanes Berchmans Nahak selaku wakil ketua, Yansen Bau selaku sekretaris, Febby Leo Lede selaku wakil sekretaris dan Margaretha Penu sebagai bendahara.

Pengurus ini dibantu empat divisi, yakni Divisi Humas, Peliputan, Keuangan dan Intelijen.

Sebagai organ non struktural, Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur menduduki posisi Pelindung. Sedangkan posisi Penasehat ditempati Frans Borgias Kolo dan Frederikus Bau.

Selain Wabup Belu J.T. Ose Luan, hadir Plh Sekkab Belu Marsel Mau Meta, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Kasdim 1605/Belu, Kapolres Belu, Kabag Prokompim Setkab Belu, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pegiat organisasi non pemerintah dan undangan lainnya.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy