oleh

Plh Sekkab Belu Pukul Gong Milenium Baru STMK Nenuk-Belu

ATAMBUA, TIMORline.com-Sekolah Teknik Menengah Katolik (STMK) Santo Yosef Nenuk Desa Naikasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhitung 30 Januari 2020 mulai memasuki milenium baru.

Era baru ini ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Plh Sekkab Belu Marsel Mau Meta di Aula Utama sekolah tersebut, Kamis (30/01/2020) siang.

Saat melakukan pemukulan gong, Plh Sekkab Marsel didampingi Provinsial SVD Timor Pater Didimus Nai, SVD, Ketua Yayasan Aryos Pater Yustus Asa, SVD, Kepala STMK Nenuk Pater Pieter Dille Bataona, SVD bersama para pejabat dan alumni lainnya.

Sesaat sebelum pemukulan gong, Plh Sekkab Marsel dalam sambutannya mengapresiasi semua pihak yang telah mengantar STMK Nenuk memasuki milenium baru.

“Untuk mencapai usia 50 tahun tidak mudah. Banyak tantangan, hambatan dan pengorbanan. Sekarang, mulai hari ini, STMK Nenuk memasuki era baru. Era milenium baru. Selamat usia emas dan selamat memasuki milenium baru'”, kata Plh Sekkab Marsel.

Marsel yang Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Belu ini mengakui kalau sekokah ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kabupaten Belu.

Untuk memasuki milenium baru setelah usia 50 tahun, Plh Sekkab Marsel berpesan untuk tetap dan terus mempertahankan sukses besar yang diraih selama ini.

Bagaimana mempertahankan dan meneruskan sukses itu, Marsel menekankan pentingnya kerjasama semua pihak. Terutama pihak-pihak yang terkait langsung dengan STMK Nenuk.

Kepala STMK Nenuk Pater Pieter Dille Bataona mengaku sangat gembira atas usia emas yang dicapai sekolahnya.

Namun, Pater Pieter berharap tetap ada dukungan dan kerjasama semua pihak dalam mendukung STMK Nenuk memasuki era baru yang ada di depan.

Pater Pieter tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu yang terus bersinergi dengan STMK Nenuk dalam banyak hal.

Provinsial SVD Timor Pater Didimus Nai mengingatkan pihak yayasan pengelola dan sekolah untuk selalu bekerjasama dalam membenahi situasi dan kondisi lembaga.

“Pengalaman-pengalaman masa lalu, misalnya kelas tiga yang selalu ingin disegani kelas satu dan dua dengan cara-cara kekerasan atau memajak, harus ditinggalkan”, kata Pater Didimus.

Selain itu, Pater Didimus meminta para alumni untuk memberi kesaksian tentang baiknya STMK Nenuk di mana saja.

“Kesaksian para alumni akan menjadi sarana promosi yang paling baik dan cepat tentang STMK Nenuk”, demikian Pater Didimus.

Akhir acara diwarnai pemberian cindera mata dari pihak sekolah kepada Pemkab Belu melalui Plh Sekkab Belu Marsel Mau Meta dan alumni yang diterima Ahmad Syarifudin.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar