Dies Natalis ke-65, SMPK Sabar Subur Betun Komit Perkuat Teamwork

BETUN, TIMORline.com-Waktu terus berputar, perubahan kian melaju. Kini, tiba saatnya Lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Sabar Subur Betun di Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpelindungkan Santo Thomas Aquinas, memasuki usia pendidikan yang ke-65.

Perayaan syukur Pelindung SMPK Sabar Subur Betun ini dirayakan dalam Ekaristi bersama yang dipimpin Romo Marsel Nai Kei, Pr di lokasi sekolah tersebut, Selasa (28/01/2020).

Turut hadir dalam perayaan syukur ini, Romo Yanto Bere, Pr selaku Ketua Pengurus Yayasan Liurai Malaka, Romo Yudel Neno, Pr selaku staf guru pengampuh Mata Pelajaran Agama, komite sekolah, para pendidik, tenaga kependidikan dan seluruh peserta didik SMPK Sabar Subur.

Dalam sambutan, Kepala SMPK Sabar Subur Rikardus Siki, S.Fil mengharapkan dukungan dan kerjasama (teamwork) yang baik dari pihak Yayasan Liurai Malaka, pihak komite, para pendidik dan pengajar serta para peserta didik.

“Saya sangat mengharapkan kerjasama yang baik dan seutuhnya demi kemajuan lembaga pendidikan kita yang tercinta ini. Sebab, di Malaka ini, lembaga pendidikan kita ini masuk nominasi sebagai yang terbaik”, tandas pria perawakan tinggi yang pernah menjalani masa praktek sebagai Frater TOP di Paroki Betun itu.

Hal yang sama ditegaskan Ketua Komite SMPK Sabar Subur Petrus Bere, S.Ag. “SMPK Sabar Subur merupakan sekolah pertama, sekolah tertua di Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu. Karena itu, kualitas harus tetap dijaga dan itu hanya mungkin dalam kerjasama yang baik dan kompetitif”, tandas mantan Kepala SMPK Sabar Subur Betun ini.

Hal kerjasama ini juga ditegaskan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Liurai Malaka Romo Yanto Bere, Pr.

“Saya sebagai Ketua Pengurus Yayasan Liurai Malaka, bersama dengan staf, mendukung dengan penuh kekuatan. Kalau bukan sekarang, kapan, kalau bukan kita, siapa lagi”, tandas Pastor Pembantu Betun itu.

Keseluruhan rangkaian acara ini, bertema: “Hendaknya Terangmu Bercahaya Bagi Semua Orang”.

Editor: Cyriakus Kiik
Laporan: Romo Yudel Neno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *