oleh

Wartawan Wartakeadilan Diduga Dianiaya Kades Lewolaga Flotim  

LARANTUKA, TIMORline.com-Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen, wartawan wartakeadilan.com yang selama ini bertugas di Kabupaten Flores Timur (Flotim) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kuat dianiaya Kepala Desa (Kades) Lewolaga Kecamatan Titehena-Flotim, Jumat (17/01/2020).

Penganiayaan itu diduga kuat terkait pemberitaan-pemberitaan Kandidus dalam medianya tentang praktik-praktik korupsi di Desa Lewolaga dalam kepemimpinan Kades Nikolaus selama 2016-2019.

Kandidus selaku korban penganiayaan, Minggu (19/1/2020) mengaku, peristiwa itu dialaminya sekira pukul 12.30 wita.

“Saat itu, saya dipanggil untuk datang di Kantor Desa Lewolaga oleh kepala desa. Tanpa curiga, saya datang ke kantor desa. Saat tiba, saya dimarah-marahi beberapa orang di Kantor Desa Lewolaga. Belum sempat saya menjelaskan soal peliputan bantuan perumahan layak huni di desa tersebut, Kepala Desa langsung ke arah saya dan mencekik saya sampai saya tidak bisa bernapas. Sudah begitu, saya ditampar kepala desa hingga saya terjatuh,” katanya sebagaimana dikutip maumerenews.com.

Kandidus menduga peristiwa itu dipicu beberapa kejanggalan di Lewolaga pada salah satu organisasi perangkat daerah (OPD).

“Waktu itu, saya sedang wawancara salah satu Kadis soal adanya kejanggalan beberapa persoalan di sini. Saya duga itu pemicunya, ” akunya.

Sebab, dampak dari pertanyaan tersebut, oknum Kadis tersebut kemudian langsung menelepon Kades Lewolaga untuk mengonfirmasi kebenaran pertanyaan sang wartawan.

Tidak saja Kadis bersangkutan. Kades Nikolaus juga langsung menelepon Kandidus dengan mengajukan berbagai pertanyaan.

“Besoknya saya diminta ke kantor desa, ditanya ini itu. Mungkin kesal karena jawaban saya kurang memuaskan, dia langsung mencengkram rahang saya diikuti pukulan. Pukulan itu menyebabkan saya terjatuh dan bibir saya mengalami luka memar,” jelas Kandidus.

Kades Lewolaga Nikolaus Boeang. (Foto: maumerenews.com).

Kepala Desa Lewolaga Nikolaus Boeang membantah keras melakukan penganiayaan terhadap warganya, Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen, yang berprofesi sebagai wartawan wartakeadilan.com.

Saat ditemui sejumlah wartawan di kediamannya, Minggu (19/1/2020), Nikolaus mengaku hanya mencengkeram rahang korban.

“Saya tidak pukul, hanya mencengkram rahangnya,” ujar sang Kades sambil mempraktekan cara tersebut kepada salah seorang awak media.

Selanjutnya, Kades Nikolaus tidak banyak memberikan keterangan. Dia mengatakan kalau apa yang dilakukannya terhadap Kandidus hanya merupakan bentuk pembinaan sebagai warganya.

“Dia melaporkan hal ini ke Dinas PUPR. Bagaimana, nalarnya, kok dia bisa laporkan hal ini. Dalam pikiran saya, sepertinya dia mau adu domba persoalan ini. Padahalnya, rumah itu sudah berjalan hampir selesai dan uang sudah cair semua,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Kandidus ke Dinas PUPR, Dinas PUPR akhirnya memerintahkan dirinya untuk mengumpulkan warga dan melakukan sosialisasi ulang.

“Terus terang, saya memang babak belur dihajar soal LKPj. LKPj itu sendiri saya sudah serahkan ke BPD, namun tidak dibahas, selama 2016-2019 kemarin. Bayangkan, besok saya mau dilantik, ada tulisan yang bersangkutan soal itu lagi. Padahal, saya sudah berusaha membangun desa ini,” katanya.

Dia juga mempertanyakan, soal korban ke Dinas PUPR untuk mengkonfirmasi persoalan ini. Bahkan, dalam keterangannya, dirinya mengaku, jika dia tidak mengetahui korban adalah wartawan.

Disinggung soal dirinya sudah dilaporkan ke polisi terkait kasus penganiayaan, Kades Nikolaus siap diperiksa aparat penegak hukum atas laporan polisi tersebut.

Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: maumerenews.com

Komentar