Advertorial: TP-PKK Belu Adakan Lomba Pengolahan Makanan Lokal Berbahan Dasar Kelor

TIM Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan Lomba Pengolahan Makanan Lokal Berbahan Dasar Kelor dan Lomba Asah Trampil antar Kelompok Tani Tingkat Desa Nualain Kecamatan Lamaknen Selatan di Aula Kantor Desa Nualain, Rabu (15/01/2020).

Hal ini dilakukan untuk mendukung program unggulan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kepada para peserta lomba, Bupati Belu Willybrodus Lay berpesan untuk memanfaatkan musim hujan guna menanam pohon samatuku, kelor, cemara, lamtoro dan gala-gala.

“Saya minta Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa dan kita semua untuk memanfaatkan musim hujan ini. Lamtoro dan gala-gala itu untuk pakan ternak,” tandas Bupati Willybrodus.

Bupati Willybrodus lalu melakukan peninjauan ke stand para peserta. Saat berada di stand para peserta, Bupati Willybrodus berkesempatan mencicipi makanan lokal yang disiapkan dan dilombakan.

Sesuai penilaiannya, Bupati Willybrodus bilang, pengolahan semua makanan lokal yang menggunakan bahan dasar kelor hasilnya bagus dan rasanya enak.

“Tadi saya sudah cicipi dan rasanya semua enak dan tampilannya bagus. Kalau saya yang menilai, pasti semuanya nomor satu karena rasanya sama enak,” aku Bupati Willybrodus mengundang tawa hadirin.

Ketua TP-PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawati Ng Lay menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Lomba Pengolahan Makanan Lokal dan Asah Terampil.

Ketua Dekranasda Kabupaten Belu ini juga mengingatkan para peserta lomba untuk saling dan bertukar resep.

“Jika resep itu dibawa ke perlombaan tingkat kabupaten pasti mendapat nilai yang baik”, kata Vivi.

Ketua TP-PKK Desa Nualain, Rosalia Delima Lika mengharapkan Lomba Pengolahan Makanan Lokal dengan bahan dasar kelor dan Lomba Asah Trampil ke depan tetap dilaksanakan.

Kepada. Bupati Belu dan Ketua TP-PKK Kabupaten Belu, Rosalia menjelaskan, daun kelor yang diolah menjadi makanan lokal itu hasilnya berupa salome, bunga pepaya kelor dan nasi goreng kelor”, katanya.

Lomba Pengolahan Makanan Lokal ini diikuti tiga Posyandu. Sedangkan Lomba Asah Trampil antar Kelompok Tani diikuti 12 Kelompok Tani.

Keluar sebagai Juara I Lomba Pengolahan Makanan Lokal adalah Posyandu Nualain Tas (berupa nasi gurih ayam sayuran), Juara 2 Posyandu Maubesi (berupa salome kelor bumbu kacang) dan Juara 3 Posyandu Joil Toi (berupa tumis bunga pepaya dan daun kelor).

(Layanan Publik ini dilakukan atas kerjasama TIMORline.com dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy