YPTI dan YPII Intervensi 15 Sekolah di Malaka

BETUN, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) bersama Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dalam kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) Kabupaten Malaka melakukan intervensi terhadap 15 sekolah.

Hal ini terbukti dengan diadakannya
Lokakarya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)-Menstrual Hygiene Management (MHM) Bagi Sekolah Dasar Dan Sekolah Menengah Pertama Tingkat Kabupaten Malaka, Kerjasama Kemitraan Pemerintah Kabupaten Malaka, Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) di Aula Ramayana Hotel, Betun, Senin (13/01/2020) siang.

Ke-15 sekolah itu terdiri dari tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 12 Sekolah Dasar (SD).

Berikut ke-15 sekolah tersebut:
1. SMP Satap Biris di Desa Badarai Kecamatan Wewiku.
2. SMP Negeri 2 Malaka Tengah di Desa Manulea Kecamatan Sasitamean.
3. SMP Negeri Laenmanen di Desa Tniumanu Kecamatan Laenmanen.
4. SDI Hanan di Desa Nauke Kusa Kecamatan Laenmane.
5. SDI Manubonu di Desa Takarai Kecamatan Botin Leobele
6. SDI Beilout di Kecamatan Malaka Barat
7. SDI Fatukro Desa Manlea Kecamatan Sasitamean
8. SDI Efudini di Desa Ikan Tuanbeis Kecamatan Io Kufeu.
9. SDK Seon di Desa Wemeda Kecamatan Malaka Timur.
10 SDI Forek di Kecamatan Kobalima Timur
11. SDK Halibot di Desa Sisi Kecamatan Kobalima
12. SDI Sunan di Desa Sunan, Kecamatan Rinhat
13. SDN Webalu di Desa Weoe Kecamatan Wewiku
14. SDK Weoe 2 di Desa Weoe Kecamatan Wewiku
15. SDI Lorobauna di Desa Weoe Kecamatan Wewiku.

Direktur YPTI Vincent Kiabeda di sela-sela kegiatan Lokakarya menjelaskan, intervensi YPTI dan YPII dalam kemitraan dengan Pemkab Malaka itu berupa uang senilai Rp19 juta untuk masing-masing sekolah. Sehingga, anggaran yang disiapkan bagi ke-15 sekolah tersebut sebesar Rp285 juta.

“Besar anggarannya sama untuk semua sekolah. Satu sekolah Rp19 juta. Sehingga, total anggaran untuk 15 sekolah itu Rp285 juta”, tandas Vincent.

Menurut mantan wartawan NTT Express itu, anggaran sebesar Rp19 juta itu akan digunakan pihak sekolah untuk membangun dua unit toilet sekolah.

“Toilet ini selain anak-anak, bisa juga digunakan orang dewasa termasuk kaum disabilitas. Di situ tersedia sabun cuci tangan, handuk, dan lain sebagainya”, tandas Vincent.

Sesuai rencana, pada 20 Januari mendatang, pihak YPTI, YPII dan sekolah sasaran akan menandatangani kontrak kerjasama. Sehingga, anggarannya sudah bisa dieksekusi beberapa hari kemudian.

Lokakarya ini dibuka Kepala Dinas PKPO Kabupaten Malaka Petrus Bria Seran.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *