oleh

Otoritas Imigrasi Atambua Temui WNA asal Aljazair di RSUPP Betun

BETUN, TIMORline.com-Otoritas Imigrasi Kelas II Atambua Kabupaten Belu yang membawahi Kabupaten Malaka di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertemu dengan Warga Negara Asing (WNA) asal Aljazair, Hamimoumna Abdul Rahman (31), di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Senin (13/01/2020) siang.

Otoritas Imigrasi Kelas II Atambua ini terdiri dari tim yang dipimpin langsung Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Atambua Yehezkiel Djami.

Tim ini tiba di RSUPP Betun sekira pukul 12.30 wita. Semula, mereka mendatangi ruang Unut Gawat Darurat (UGD), tempat Abdul dirawat awal.

Dari sana, Kasie Yehezkiel dan kawan-kawan mendapat informasi dari petugas medis piket kalau Abdul sudah dipindahkan ke Ruang Bedah. Lalu, mereka pun ke sana.

Di Ruang Bedah, Kasie Yehezkiel berbincang-bincang dengan Abdul yang sementara makan siang.

Seperti disaksikan TIMORline.com, Yehezkiel menanyakan identitas Abdul. Selanjutnya, menanyakan aktivitas Abdul selama ini baik di negaranya maupun ketika berada di luar negeri.

Kepada Yehezkiel, Abdul mengaku berasal dari Aljazair. Di negara itu, beberapa waktu lalu terjadi demonstrasi selama tujuh sampai delapan bulan melawan rezim lama. Tetapi, saat ini kondisi dalam negeri Aljazair sudah normal kembali.

Abdul sendiri tidak terlibat dalam aksi-aksi perlawanan itu.

Dia meninggalkan negaranya pada awal Desember 2019. Sempat ke Malaysia, kemudian masuk Indonesia. Antara lain di Bali dan NTT di Labuan Bajo dan Kupang. Selanjutnya, masuk ke Timor Leste.

Soal dokumen perjalanan, Abdul bilang punya paspor dan visa tapi sudah habis masa berlaku. Dia juga sudah kehabisan uang.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II atambua Yehezkiel Djami menjelaskan, untuk sementara ini, sesuai pengakuan Abdul, dia murni sedang melakukan perjalanan wisata.

Baca Juga:  Sejumlah Surat Kabar di AS Diganggu Serangan Siber

Tetapi, dalam perjalanan, kata Yehezkiel, Abdul mengalami beberapa hambatan. Antara lain kehabisan uang dan masa berlaku visanya terbentur otoritas imigrasi.
Saat berita ini diturunkan, Yehezkiel bersama timnya sudah membawa Abdul ke Kantor Imigrasi Atambua.

“Kita akan perdalam keterangannya di Kantor Imigrasi Atambua”, demikian Yehezkiel.

Sebelum dibawa pergi,  dokter masih mamastikan kondisi Abdul apakah sudah bisa keluar dari rumah sakit atau belum.

Antara lain  darah Abdul ditensi.  Menu makannya juga dipastikan hanya  bisa makan nasi lembek.

“Jadi,  belum bisa makan nasi keras.  Bubur juga tidak. Hanya makan nasi lembek”, demikian ingat sang dokter.

Mendengar penjelasan dokter,  ada pengunjung ruang bedah yang menambahkan bahwa berarti menu makannya antara nasi dan bubur.

“Berarti menu makannya antara nasi dan bubur eeee,  ibu dokter”, sela sang pengunjung yang mengundang tawa semua yang hadir.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar