oleh

Muslimah Taat, Dyah Sari: Selamat Menyambut Hari Natal

DYAH Sari. Sebuah nama. Pendek saja. Belum pernah ketemu. Fisik belum pernah dilihat. Suara belum pernah didengar. Tapi, dunia maya, dunia media sosial mendekatkan dan mempertemukan kami.

Sebuah foto Dyah mendekatkan dan mempertemukan kami. Dia memakai jilbab warna hitam menutup tubuh bagian atas dan rok warna kopi susu menutup tubuh bagian bawah. Dari pakaian yang dikenakan, bisa diidentifikasi pasti kalau Dyah itu seorang Muslimah. Bisa ditambah, Muslimah yang taat dan benar keimanannya.

Tangan kirinya menggandeng wanita lain dengan memegang tangan kanannya. Wanita satu ini memakai kerudung warna biru laut dipadu baju warna biru langit. Dari pakaian yang dikenakannya, teridentifikasi pasti kalau wanita ini seorang Kristiani yang taat, benar dan lurus keimanannya. Tidak berlebihan memang, karena dia seorang suster, biarawati. Meski tidak diketahui namanya.

Tahu nama atau tidak, pernah bersua atau tidak, bukan itu soalnya. Dyah dan suster ini telah menunjukkan contoh yang luar biasa: KITA BERSAUDARA, PERSAUDARAAN SEJATI. Dyah membungkus dan meneriakaan Persaudaraan Sejati itu melalui status facebooknya pada Kamis 19 Desember 2019 secara tegas  mengucapkan Selamat Hari Raya Natal Bagi yang Merayakannya. Sebagai media pengusung Keberagaman, TIMORline.com mengutip lengkap status facebook Dyah :

Wallahi demi Dzat yang menggenggam jiwaku.

Baru saja saya membaca tulisan tentang pro kontra masalah ucapan natal.
Sampai habis bonus membaca komen-komennya beberapa.
Dan menitik air mata saya.

Oh…
Saya baca larangan maupun yang diperbolehkan dalam Al Quran.
Bila dikata saya tak paham,silahkaaan.

Tiba tiba terbersit dalam hati “Allah SWT Sang Penguasa Semesta sangat mengasihi dan mencintai semua umat NYA…ciptaan NYA.Dan DIA sangat suka bila kita saling membahagiakan terbukti dengan senyum pada sesama pun terhitung sedekah dan amal baik”

Maka….
Bila mengucapkan selamat hari raya bisa membahagiakan orang/umat beragama lain.
Bila itu bisa merawat persaudaraan.
Bila itu bisa menumbuhkan kecintaan antar sesama.
Bila itu bisa memerangi kerusakan lebih parah di Bumi Allah SWT ini.
Dan paling utama…Bila cinta saya pada Ciptaan NYA Sang Maha Sempurna yang selalu saya harapkan Belas Kasihnya,mampu membuat IA mengasihi saya.
Saya Akan Mengucapkannya.
Karena Allah SWT Maha Tau apa yang dalam batin dan keimanan yang bersemayam disana kepada siapa.
Tak perlu koar -koar yang malah bisa merusak dengan asap dari rasa paling suci dan benar.

Bila surga kita saja belum pasti
Jangan merasa memiliki

Air Mata terus mengalir…wallahi…
Saya jadikan ini pertanda hati yang di “sentuh” NYA.
Dan bila ini membuat saya “terbuang” bagi sesama dengan kata murtadz, kafir dan sebagainya.
Biarlah ku berpasrah pada Kuasa NYA saja…dan semata.

SELAMAT MENYAMBUT HARI NATAL

Bagi saudara saudari ku yang merayakannya…

Saya berencana mengucapkan tepat di tanggal 25.
Tapi Allah SWT menuntun hati dan jari saya hari ini.

Semoga Damai melingkupi hati semua makhluk.
Hingga Damai akan menyebar Cinta dimana mana.

Salam Kamis
Mbok Dyah

Komentar