oleh

Gerakan Peduli Hutan, Koramil 1605-01/Atambua Targetkan Tanam 15.000 Pohon

-Nusantara-43 views

ATAMBUA, TIMORline.com-Gerakan Peduli Hutan dilakukan Koramil 1605-01/Atambua di Kodim 1605/Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan ini dibuktikan dengan penanaman pohon kembali di hutan jati Nenuk Desa Naekasa Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu. Ditargetkan, sedikitnya 15.000 pohon akan ditanam di lokasi ini.

Penanaman pohon telah dilakukan sejak 13 Desember 2019 lalu yang diawali Dandim 1605/Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugroho. Hingga Jumat (20/12) siang tadi, Danramil 1605-01/Atambua Mayor Kav Yatman bersama anggotanya dan masyarakat telah menanam 1.000 pohon berbagai jenis di hutan jati Nenuk.

Antara lain anakan pohon mahoni, flamboyan, asam, jambu mente, jati putih dan kelor. Selain itu dari pihak PDAM juga menyediakan pohon beringin utk ditanam pada Kawasan Sumber Air Tirta.

Danramil 1605-01/Atambua Mayor Kav Yatman yang ditemui media di kediamannya, Jumat (20/12) siang, menjelaskan, kerusakan ekosistem hutan jati Nenuk dan keringnya Kolam Air Tirta Motabuik akibat ulah manusia. Hal ini diperparah dengan kebakaran hutan yang dilakukan orang-orang tidak bertanggungjawab yang membuang puntung rokok saat melintas di kawasan ini.

Selain itu, menurut Kapten Yatman, musim kemarau panjang pun telah membuat Kolam Air Tirta Motabuik kering. Sehingga, warga setempat kesulitan mendapatkan air.

Untuk memulihkan kembali rusaknya ekosistem kawasan hutan ini, Danramil Kapten Yatman bersama anggota dan masyarakat setempat melakukan penanaman pohon melalui Gerakan Peduli Hutan.

“Pelestarian hutan itu tanggungjawab semua pihak. Sehingga, kami mengharapkan lembaga, komunitas dan kelompok masyarakat lainnya ikut terlibat dalam gerakan ini”, kata Danramil Yatman.

Mantan Danramil 1605-04/Betun ini menjelaskan, untuk memperlancar Gerakan Peduli Hutan, pihak UPT kehutanan Kabupaten Belu dan Dinas Lingkungan Hidup menyediakan 15.000 anakan pohon berbagai jenis.

“Setelah penanaman ini, kita harap tidak ada lagi pencurian kayu dan pembakaran hutan baik sengaja maupun tidak sengaja. Anakan yang ditanam atau yang tumbuh sendiri pun jangan dicabut”, kata Mayor Yatman.

Pemerintah melalui dinas terkait diharapkan dapat memberikan rambu-rambu hukum yang jelas dan tegas bagi pelanggar yang merusak hutan. Sehingga, upaya-upaya pelestarian hutan dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Jika upaya tersebut berhasil, lima tahun ke depan hutan Nenuk akan lebih lebat, ekosistem yang ada di dalamnya akan lebih lestari dan Sumber Air Tirta akan muncul lebih besar dari yang ada saat ini,” demikian Mayor Yatman. (bgr)

Editor: Cyriakus Kiik

Komentar