Selama Tiga Tahun, Kades Nauke Kusa-Malaka Bangun 50 Rumah bagi Warganya

BETUN, TIMORline.com-Kebutuhan dasar keseharian masyarakat adalah pangan (makanan), sandang (pakaian) dan papan (perumahan). Bagi masyarakat yang tidak mampu, pemerintah berkewajiban menyediakannya. Dalam hal perumahan, sering didalihkan dengan rumah tidak layak huni, pemerintah juga menyediakannya. Baik pemerintah desa, kabupaten, propinsi maupun pusat.
Itulah yang ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Nauke Kusa di Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemdes Nauke Kusa, selama tiga tahun terakhir membangun 50 unit rumah bagi warganya. Rinciannya, 20 unit rumah dibangun pada 2017, 20 unit pada 2018 dan saat ini 2019, sedang merampungkan 10 unit rumah.
Ke-50 unit rumah itu, biayanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) masing-masing tahun anggaran.
Khusus perumahan yang dibangun 2019, Kepala Desa (Kades) Nauke Kusa Anselmus Dully Berek yang ditemui TIMORline.com di kediamannya, Selasa (17/12/2019), menjelaskan, warga pemanfaat hanya tahu terima kunci. Sebab, material bangunan antara lain pasir, besi beton, batu, kayu, dan seng, diberikan pemerintah desa.
“Semua material bangunan disiapkan pemerintah desa dan saat ini hampir rampung. Masyarakat hanya terima kunci”, tandas Kades Anselmus.
Menurut Kades Anselmus, rumah yang dibangun semi permanen. Di antara para pemanfaat, ada warga yang rumahnya ada tapi tidak layak huni. Ada pula yang tidak punya rumah sama sekali.
“Kalau pemerintah tidak bantu, mereka tetap hidup seperti itu”, tandas Kades Anselmus.
Lidvina, salah satu penerima bantuan perumahan 2019 tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa yang telah membangun sebuah rumah layak huni baginya.
“Rumah ini berukuran 5 x 7 meter. Tetapi, untuk bangun rumah ini saya tidak keluarkan uang satu rupiah. Semuanya dari desa. Saya hanya terima kunci”, aku Lidvina sambil menunjuk rumahnya.
Sesuai pantauan TIMORline.com, rumah-rumah yang dibangun pemerintah desa ini berbentuk dua air. Saat ini masih menyisakan pemasangan jendela. Setiap rumah ada dua jendela di ruang tamu.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy