Buka Muscab IBI, Bupati Malaka: Pelayanan Kesehatan itu Indikator Peradaban Manusia

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menegaskan, pelayanan kesehatan itu indikator peradaban manusia. Sehingga, pelayanan kesehatan membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai.
Hal itu disampaikan Bupati Stefanus saat membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) dan Pelantikan Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Malaka di Glory Hall, Betun-ibukota Kabupaten Malaka, Selasa (03/12/2019).
Bupati yang akrab dengan nama SBS ini mengungkapkan, fasilitas kesehatan yang memadai ditandai dengan beberapa hal. Di antaranya ketersediaan sumber daya manusia (SDM), alat kesehatan yang sesuai kebutuhan, perbekalan, sistem pelayanan yang terintegrasi serta anggaran dan biaya yang memadai.
Dalam hal SDM, Bupati SBS mengingatkan para dokter, bidan dan perawat supaya terus menambah pendidikan dan wawasan dengan berkesempatan kuliah lagi. Sebab, lulusan diploma tiga atau strata satu saja tidak cukup. Sebaiknya lulusan strata dua.
Selain itu, menurut Bupati SBS, SDM yang tersedia harus didukung alat kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebagai misal, ada ruang VIP tapi ruangan ini butuh alat apa saja. Demikian juga di ruang transfusi darah, dan ruangan-ruangan lainnya.
Menyinggung pelayanan terintegrasi, Bupati SBS bermisal, bila ada pasien kritis di ruang perawatan yang membutuhkan darah, bagaimana caranya mendapatkan darah dalam waktu singkat. “Sistem kerjanya harus dibangun yang baik”, tandas Bupati SBS.

Tetapi, bagi bupati perdana Kabupaten Malaka ini, salah satu hal yang menandakan fasilitas kesehatan itu memadai adalah ketersediaan anggaran dan biaya. Sebab, pembangunan itu butuh uang. “Bagi SBS, yang namanya pembangunan, tidak ada yang bilang tidak ada uang. Kalau tidak ada uang, jangan jadi pemimpin”, demikian Bupati SBS.
Ketua IBI NTT Damita Palalangan mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi para bidan saat ini. Sebab, tantangan para bidan saat ini tidak hanya menurunkan angka kematian ibu dan anak tetapi harus mengawal perempuan untuk bisa menghasilkan generasi sehat, berkualitas dan produktif.
Untuk mencapai maksud tersebut, Damita meminta para bidan terus mengupdate ilmu pengetahuan supaya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Bidan harus bisa meyakinkan diri untuk mengembangkan diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan”, demikian Damita.
Muscab perdana IBI Kabupaten Malaka ini dihadiri ratusan bidan yang saat ini tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Malaka. Mereka bekerja di dua rumah sakit, 20 Puskesmas dan dua klinik.
Hadir pula Asisten I Zakarias Nahak, Asisten III Yoseph Parera, Wakil Ketua DPRD Malaka Hendrikus Fahik Taek dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka.
Muscab ini berthema: Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy