oleh

Puskesmas Alkani Kaji Banding Akreditasi di Puskesmas Tunabesi

BETUN, TIMORline.com-Selama sehari, Kamis (28/11/2019), Puskesmas Alkani Kecamatan Wewiku melakukan kaji banding akreditasi di Puskesmas Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Puskesmas (Kapus) Tunabesi  Theresia Imelda Bubu kepada TIMORline.com melalui akun WhatsApp-nya, Kamis (28//11) malam, sesaat setelah Tim Akreditasi Puskesmas Alkani meninggalkan Tunabesi, mengungkap, Tim Kaji Banding Puskesmas Alkani itu dipimpin dr Charles. Dia didampingi enam staf dari tiga Kelompok Kerja (Pokja), masing-masing dua orang dari Pokja Administrasi, Pokja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Pokja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

Kapus Imelda menjelaskan, dalam kaji banding tersebut, Tim Akreditasi Puskesmas Alkani ingin tahu banyak tentang administrasi, UKM, UKP dan tata graha.
Terkait administrasi, yang perlu diketahui adalah audit internal, audit manajemen dan kiat-kiat capaian program.
“Dalam audit internal, yang perlu diketahui adalah program-program apa saja yang sudah dan belum mencapai target. Kalau belum mencapai target, kenapa belum mencapai target. Sedangkan program yang sudah mencapai target, tidak diaudit”, tegas Imelda.
Selain administrasi, Tim Akreditasi Puskesmas Alkani juga ingin tahu tentang berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk urusan akreditasi, antra lain surat keputusan (SK), standar operasional (SOP) dan penggalangan komitmen. Dalam hal komitmen, ada komitmen internal dan eksternal.
“Komitmen internal itu untuk meningkatkan cakupan misalnya kesehatan ibu dan anak. Sedangkan komitmen eksternal itu kaitannya dengan lintas sektor di tingkat kecamatan, misalnya untuk meningkatkan status gizi kaitannya dengan pertanian, peternakan, dan lainnya”, demikian Imelda.
Imelda mengaku bangga karena Puskesmas Tunabesi yang dipimpinnya selama ini menjadi tujuan kaji banding Puskesmas lain di Kabupaten Malaka. Padahal, ada Puskesmas lain seperti Puskesmas Besikama dan Biudukfoho yang mempunyai status akreditasi Lulus Madya sama dengan Puskesmas Tunabesi.

“Kenapa mereka tidak kaji banding di Besikama atau Biudukfoho tapi di Tunanbesi. Kami memang ingin belajar dari Puskesmas Tunabesi”, demikian Imelda mengutip kesan Tim Akreditasi Puskesmas Alkani.
Tim Akreditasi Puskesmas Alkani dalam kaji banding itu juga ingin tahu mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Selain itu, mereka ingin tahu tata graha yang dilakukan Puskesmas Tunabesi.
“Tata graha itu tampilan, tampilan Puskesmas Tunabesi seperti apa. Mulai dari halaman sampai di ruangan”, demikian Imelda.
Puskesmas Tunabesi sejak akhir 2018 sudah mendapat status akreditasi Lulus Madya.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar