oleh

Di Belu, Kasus Kematian Ibu dan Bayi Cenderung Fluktuatif

ATAMBUA, TIMORline.com-Kasus kematian ibu dan bayi tiga tahun terakhir terhitung 2017 sampai dengan 2019 di Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) cenderung fluktuatif.
Pada 2017, kasus kematian ibu sebanyak enam kasus, 2018 sebanyak 10 kasus dan 2019 sampai dengan Nopember 2019 sebanyak lima kasus.
Dalam periode yang sama, terjadi 39 kasus kematian bayi pada 2017, 2018 sebanyak 57 kasus dan kondisi sampai dengan Nopember 2019 terjadi 71 kasus.
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Belu Petrus Bere saat membuka secara resmi kegiatan Pertemuan Diseminasi Hasil Analisis Audit Maternal Perinatal kepada Lintas Sektor Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019 yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu di Hotel Nusantara II, Atambua, Jumat (21/11/2019).
Sekkab Petrus mengatakan, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi perlu ada kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Ibu hamil dan keluarga harus benar-benar tahu hal-hal tentang persalinan baik saat hamil bersalin dan masa nifas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”, kata Sekkab Petrus.
Kadis Kesehatan Kabupaten Belu Theresia M.B. Saik menjelaskan, sebelum dilaksanakan kegiatan diseminasi ini, pihaknya melakukan kajian terhadap data-data kematian ibu dan kematian bayi bersama tim eksternal dari propinsi.
“Kajian itu dilakukan untuk mengkaji penyebab kematian ibu maupun kematian bayi untuk mencari apa penyebab kematian itu”, kata Kadis Theresia.
Kadis Theresia juga mengatakan, sosialisasi ini dilakukan atas rekomendasi-rekomendasi yang dibuat tim pengkaji bersama tim kabupaten dalam forum-forum yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Belu.
Selain Sekkab Petrus dan Kadis Theresia, tampak hadir Ketua Komisi III DPRD Belu Yohanes Djuang, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para narasumber, para direktur rumah sakit swasta dan pemerintah se-Kabupaten Belu, perhimpunan klinik swasta se-Kabupaten Belu, para camat se-Kabupaten Belu, para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Belu. (bgr)
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar