YPTI, YPII dan Pemkab Malaka Kumpulkan Penyandang Disabilitas

BETUN, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) dan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Sosial mengumpulkan para penyandang disabilitas se-Kabupaten Malaka di Hotel Ramayana, Betun, Kamis (21/11/2019).
Pertemuan ini dibuka Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) pada Dinas Sosial Kabupaten Malaka Paulus Loe, didampingi Direktur YPTI Vincensius Kiabeda dan Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas (Persama) Kabupaten Malaka Maria Yasintha Dahu Atok.

Kabid Resos pada Dinas Sosial Kabupaten Malaka Paulus Loe memberi apresiasi atas kehadiran para penyandang disabiltas dari seluruh pelosok Kabupaten Malaka guna mengikuti pertemuan tersebut.
Menurut Paulus, kehadiran para penyandang disabilitas dalam pertemuan itu tidak terlepas dari upaya dan kerja keras para pendamping sosial.
“Mengurus para penyandang disabilitas tidak mudah. Sebab, para penyandang disabilitas itu macam-macam. Perilakunya juga macam-macam. Butuh orang setia yang rela berkorban”, tandas Paulus.
Koordinator Lapangan YPTI Kabupaten Malaka Frid Manehat mengatakan, pertemuan ini merupakan konsolidasi para penyandang disabilitas se-Kabupaten Malaka.
Melalui konsolidasi ini, kata Frid, para penyandang disabilitas memperkenalkan kepada Pemkab Malaka. Sebab, Pemkab Malaka sendiri selama ini belum mempunyai organisasi penyandang disabilitas.
“Atas kesadaran sendiri, para penyandabg disabilitas sudah membentuk organisasinya. Melalui pertemuan ini, para penyandang disabilitas melakukan konsolidasi anggota sekaligus memperkenalkan diri kepada pemerintah”, tandas Frid.
Direktur YPTI Vincensius Kiabeda mengatakan, kegiatan ini sebagai konsolidasi anggota penyandang disabilitas se-Kabupaten Malaka. Sekaligus menginformasikan kepada mereka bahwa sudah ada organisasi para penyandang disabilitas di Kabupaten Malaka.
“Organisasi mereka namanya Persama – Persatuan Penyandang Disabilitas Malaka. Melalui organisasi ini kita bisa menolong mereka baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten”, demikian Vincensius.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *