oleh

Empat Media Jawa-Bali Bentuk varta.id

-Nusantara-32 views

YOGYAKARTA, TIMORline.com-Empat media besar dan paling berpengaruh di Jawa dan Bali, yakni Pikiran Rakyat (Bandung), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Suara Merdeka (Semarang), dan Bali Pos (Denpasar) sepakat membentuk dan mengelola portal berita dalam jaringan bersama, varta.id.
Pembentukan sindikasi jejaring berita online yang terintegrasi dengan berbagai platform itu, diputuskan di Yogyakarta pada Minggu, 17 November 2019.
Kesepakatan pengelolaan bersama portal media baru itu dihasilkan dalam pertemuan jajaran direksi perusahaan empat media. Yakni Direktur Utama Kedaulatan Rakyat Wirmon Samawi, CEO Suara Merdeka Kukrit Surya Wicaksono, Direktur Utama Kelompok Media Bali Pos Satria Naradha, dan Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Yanuar P. Ruswita. Hadir juga Pemimpin Redaksi (Pemred) Kedaulatan Rakyat Octo Lampito,  Pemred Suara Merdeka Gunawan Permadi, Pemred Bali Pos Dira Arsana, dan Pemred Pikiran Rakyat Noe Firman.
Pembentukan portal berita bersama itu merupakan bentuk kolaborasi untuk merespons tuntutan peningkatan pelayanan dan penyebaran informasi yang lebih luas dengan isu yang lebih beragam. Besarnya pengaruh dan jejaring yang kuat serta sumber daya manusia yang berkualitas dari empat media arus utama itu, diyakini mampu menjadikan varta.id sebagai portal berita sangat prospektif.
Kehadiran varta.id juga dioritensikan untuk meningkatkan volume usaha serta memberikan nilai tambah yang besar bagi mitra-mitra bisnis empat media paling berpengaruh di Jawa dan Bali itu. Peluang mempertajam penetrasi bisnis semakin terbuka karena sindikasi empat media itu juga bekerja sama dengan PT Visi Media Asia Tbk, yang memiliki anak perusahaan PT Viva Media Baru, pengelola portal media daring VIVA.co.id.
CEO Suara Merdeka Kukrit Surya Wicaksono mengatakan, kolaborasi empat media besar Jawa-Bali adalah langkah strategis dalam menyikapi kondisi bisnis media. Khususnya cetak, yang mengalami penurunan. “BIsnis media sedang tidak menggembirakan. Sementara itu, media harus tetap hidup dan berkembang, karena misi mencerdaskan bangsa tidak boleh berhenti. Untuk itu, diperlukan media baru dengan model bisnis yang baru untuk mendukungan kelangsungan media,” katanya.
Dirut Kelompok Media Bali Pos melihat kolaborasi media baru itu sebagai peluang yang sangat besar untuk memperlebar kesempatan usaha sekaligus memperkuat pengaruh, tidak saja bagi media itu sendiri tetapi juga untuk mitra-mitra usahanya. “Penyebaran informasi akan lebih luas. Isu yang disajikan pun akan lebih beragam. Informasi dari Bali akan bias diketahui oleh masyarakat Jawa Barat. Berita-berita dari Jawa Tengah bias dinikmati di Bali, dan seterusnya. Ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat dan relasi bisnis karena informasi bisa tersebar di wilayah Jawa-Bali,” katanya.
Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Yanuar P Ruswita dan Direktur  Kedaualatan Rakyat Wirmon Samadi menyebutkan, pengaruh yang besar dan pembaca yang sangat loyal dari empat media arus utama itu menjadi modal kuat. Penetrasi pasar dan layanan informasi terhadap masyarakat akan lebih terjamin, tidak saja secara kuantitas tetapi juga kualitas yang terjaga.
Keempat media besar itu, kata Yanuar, sudah berkarya dalam dunia jurnalistik nasional antara 54-74 tahun. “Kiprahnya dalam perjuangan meliterasi publik yang sehat dan membangun, sudah sangat teruji. Ke depan, upaya itu tidak boleh berhenti. Industri pers harus tetap hidup dengan terus melakukan berbagai strategi kolaborasi dan  inovasi agar pelayanan informasi bagi publik tidak mati,” ujarnya.
Editor: Cyriakus Kiik
Sumber: Pikiran Rakyat

Komentar