oleh

Anggota DPRD Malaka Ronaldo Asuri Reses di Kecamatan Io Kufeu dan Laenmanen

EFUDINI, TIMORline.com-Anggota DPRD kabupaten Malaka Ronaldo Asuri, Sabtu (16/11/2019), melakukan reses atau kunjungan kerja di Kecamatan Io Kufeu dan Laenmanen.
Di Kecamatan Io Kufeu, Ronaldo bertemu dengan warga Desa Ikan Tuanbeis. Di hadapan puluhan warga setempat, Ronaldo menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi kedewanannya. Antara lain tugas dan fungsi Dewan sebagai pembuat undang-undang/peraturan, kontrol/pengawasan dan tugas penganggaran.
Anggota Dewan termuda ini juga mengungkap besaran gaji anggota Dewan Kabupaten Malaka, biaya reses dan berbagai tunjangan yang diperoleh anggota Dewan. Antara lain tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi, tunjangan transportasi dan tunjangan lainnya.
Khusus anggaran reses, Ronaldo menjelaskan, anggaran itu merupakan hak masyarakat. Sehingga, anggaran itu harus diberikan kepada masyarakat.
“Anggaran reses itu hak masyarakat, bukan hak kepala desa. Sehingga, anggaran ini harus diberikan kepada masyarakat bukan diberikan kepada kepala desa”, tandas Ronaldo.
Ronaldo juga menekankan tentang pentingnya masyarakat dalam kehidupan demokrasi. “Ada anggapan yang salah bahwa masyarakat itu bodoh. Padahal, tanpa masyarakat, tidak ada yang namanya presiden, gubernur, bupati, walikota atau DPR(D)”, katanya.
Dalam kehidupan bermasyarakat, banyak pejabat baik presiden, gubernur, bupati atau anggota Dewan yang berkunjung ke daerah atau desa-desa selalu disambut secara meriah pakai tarian, sapaan adat dan pengalungan.
“Para pejabat ini menganggap diri begitu penting dibanding masyarakat. Padahal, masyarakatlah yang seharusnya disegani dan dihormati. Tanpa masyarakat, para pejabat tidak punya kehormatan apa-apa”, kata Ronaldo.

Selain menjelaskan tupoksi anggota Dewan, Ronaldo membuka dialog dengan warga Desa Ikan Tuanbeis. Natalia Un, salah satu guru SDI Efudini, misalnya, meminta Ronaldo untuk memperhatikan dan memperjuangkan jaminan kesejahteraan guru-guru SDI Efudini. Sebab, dari 13 guru di sekolah itu, sembilan orang di antaranya guru honorer, termasuk Natalia.
Meskipun sudah mengajar 13 tahun di sekolah tersebut sebagai honorer, Natalia belum terima gaji Oktober-Desember 2018 dan gaji April-Nopember 2019.
Seorang ibu mengusulkan agar Ronaldo memperjuangkan nasib kelompok tenun ikat ibu-ibu di desa itu. Ibu ini mengaku, selama ini mereka kesulitan benang.
Terhadap keluhan warga soal benang, Ronaldo meminta kelompok tenun ikat setempat untuk membuat proposal dan serahkan atau menitipkannya kepadanya untuk ditindaklanjuti ke koperasi.
“Buat dan ajukan proposal melalui saya. Koperasi pasti bantu”, tandas Ronaldo tanpa menyebut nama koperasi yang dimaksud.
Pada hari yang sama, Ronaldo juga melakukan reses di Desa Bisesmus Kecamatan Laenmanen.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar