oleh

Tim Operasional Jasa Raharja NTT Sambangi RS se-Daratan Sumba

WAIKABUBAK, TIMORline.com-Tim Operasional Jasa Raharja Cabang NTT mengunjungi Rumah Sakit (RS) se-Daratan Sumba.
RS yang disambangi pertama adalah RS Lende Moripa Kabupaten Sumba Barat pada Kamis (14/11). Kunjungan ini bertujuan menyamakan persepsi guna meningkatkan sinergitas penanganan dan penyelesaian santunan korban kecelakaan penumpang angkutan umum dan lalu lintas jalan sesuai Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangani bersama.
Direktur RS Lende Moripa dr. Loeta Lapoe Moekoe menyambut baik kunjungan Priatmojo, SE selaku Kepala Unit Operasional & Humas Jasa Raharja Cabang NTT. Priatmojo didampingi Laurensius A. Suyanto, SH dan Rahmadony selaku Penanggungjawab Samsat Sumba Barat.
Priatmojo menjelaskan, penjaminan lakalantas yang dilakukan Jasa Raharja mencakup kasus-kasus kecelakaan lalulintas ganda dan kecelakaan penumpang alat angkutan umum. Sementara penjaminan lakalantas yang berkaitan dengan kecelakaan kerja, termasuk kecelakaan dalam perjalanan menuju tempat kerja dan sebaliknya masuk dalam Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, dan PT Asabri.
“Untuk kasus kecelakaan tunggal sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan”, katanya.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) NTT Pahlevi B. Syarif yang dihubungi via telepon menegaskan, untuk mendapat jaminan biaya atas kejadian kecelakaan lalu lintas korban atau keluarga pertama-tama harus segera mengurus Laporan Polisi (LP) yang berfungsi sebagai bukti sekaligus syarat penjaminan Jasa Raharja.
“Rumah Sakit dan korban nantinya akan menerima surat jaminan dari Jasa Raharja sehingga seluruh biaya perawatan korban dicover sepenuhnya oleh Jasa Raharja”, kata Syarif.
Menurut Syarif, jika biaya pelayanan kesehatan korban lakalantas mencapai batas plafon Jasa Raharja sebanyak Rp20 juta, kelebihan biaya akan dijamin BPJS Kesehatan atau Asuransi lainnya.
Koordinasi manfaat yang sama juga dilakukan di RSU Waikabubak, RS Bergerak Sumba Tengah dan RS di wilayah Kabupaten Sumba Timur di antaranya RS Umbu Rarameha, RS Imanuel dan RS Lindimara. (*)
Editor:Cyriakus Kiik

Komentar