oleh

2019, PTSL Kabupaten Belu Capai 100 Persen

ATAMBUA, TIMORline.com-Target Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2019 mencapai 100 persen. Hal ini terbukti dengan penyerahan 655 sertifikat tanah kepada masyarakat tiga desa di Kecamatan Kakuluk Mesak, bertempat di Kantor Desa Jenilu, Jumat (15/11/2019).
Penyerahan sertifikat tanah dilakukan Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan didampingi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Belu Goncalo Antonio.
Wabup Ose dalam sambutannya menilai Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Belu dan seluruh staf telah bekerja secara profesional sehingga dapat menerbitkan sertifikat yang menjadi hak masyarakat.
“Terimakasih karena realisasinya 100 persen dari target yang sudah ditentukan. Ini terjadi karena adanya kerja yang profesional dan koordinasi yang baik antara kepala dan seluruh staf. Realisasi 100 persen dari target itu luar biasa,” kata Wabup Ose.

Menurut mantan Sekkab Belu ini, tanah merupakan hal sensitif dalam bermasyarakat sehingga selalu menjadi perhatian bersama.
“Tanah menjadi sensitif karena hidup, makan, hingga peristirahatan kita yang terakhir selalu berurusan dengan tanah. Terkadang tanah disengketakan antara saudara dan saudara karena masalah luas hingga masalah batas. Ini menjadi perhatian kita bersama terutama yang berada di ujung tombak yaitu camat, dan kepala desa untuk memperhatikan ini,” tandas Wabup Ose.
Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Belu Goncalo Antonio menjelaskan, hakekat PTSL itu adalah semua tanah di Kabupaten Belu dapat diukur seluruhnya.
“Target PTSL Kabupaten Belu adalah fisik pemetaan sebesar 5.000 bidang dan penerbitan sertifikat sebesar 3.500 bidang yang tersebar di 14 desa/kelurahan dan realisasinya 100 persen,” ungkap Goncalo Antonio.
Untuk 2020, Kabupaten Belu mendapat target 4.000 bidang tanah dan sertifikat 2.000 bidang.
Menurut Antonio, selama pengurusan sertifikat, pihaknya mendapat banyak kendala. Di antaranya tanah bermasalah, tanah suku dan pemilik tanah tidak berada di tempat. (*)
Editor: Cyriakus Kiik

Komentar