1. BETUN, TIMORline.com-Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) bekerjasama dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka mengadakan Pelatihan Wirausaha Sanitasi Tingkat Kabupaten Malaka di Aula Kantor Kecamatan Malaka Barat, Besikama, Selasa (12/11/2019).
    Dalam pelatihan ini, para peserta didampingi fasilitator dari Asosiasi Pengusaha Sanitasi Kupang dengan fokus kegiatan pembuatan mal kloset dan kloset.
    Direktur YPTI Vinsensius Kiabeda mengatakan, melalui pelatihan wirausaha sanitasi ini, para peserta diharapkan dapat memastikan bahwa mereka bisa berkarya di wilayah masing-masing dalaam hal sanitasi yang difokuskan pada pembuatan mal kloset dan kloset.
    Peserta kegiatan ini berasal dari delapan kecamatan yang terdiri dari unsur desa, masing-masing desa tiga orang, 12 kepala seksi kesejahteraan sosial dari 12 kecamatan di Kabupaten Malaka, 20 sanitarian dari 20 Puskesmas di Kabupaten Malaka, Dinas Kesehatan, TNI dan para penyandang disabilitas.
    Menurut Vinsensius, pelatihan wirausaha sanitasi ini diadakan untuk melatih calon-calon pengusaha sanitasi pembuatan mal kloset dan kloset.
    Selain itu, untuk menyaring sekaligus membentuk asosiasi wirausaha sanitasi di Kabupaten Malaka.
    Mantan wartawan ini menjelaskan, untuk saat ini, pihaknya mendorong peserta sepulangnya dari pelatihan ini bisa melakukan monitoring dan verifikasi terhadap program deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bisa berjalan atau tidak.
    “Verifikasi yang harus mereka lakukan pertama adalah memastikan setiap orang punya jamban dalam mendukung Lima Pilar STBM”, katanya.
    Margaretha Ulu, peserta Sanitarian dari Puskesmas Seon, di sela-sela pelatihan, kepada TIMORline.com menilai kegiatan tersebut sangat membantu dan bermanfaat baginya dan masyarakat. Sehingga, dia berkomitmen untuk setelah mengikuti kegiataan tersebut ilmunya diterapkan di wilayah kerjanya.
    Untuk memudahkan pelatihan, peserta dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dikonsentrasikan di Aula Kantor Kecamatan Malaka Barat. Kelompok ini terdiri dari para peserta yang berasal dari delapan kecamatan, yakni Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima, Kobalima Timur, Malaka Timur, Weliman, Wewiku, Rinhat dan Malaka Barat sebagai tuan rumah. Sedangkan kelompok kedua dipusatkan di Kantor Desa Umutnana. Peserta kelompok ini berasal dari empat kecamatan, yakni Kecamatan Io Kufeu, Laenmanen, Botin Leobele dan Sasitamean sebagai tuan rumah.
    Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy