Tim Kemendes Uji Petik Nominasi Nasional Terbaik Desa Kufeu-Malaka

BETUN, TIMORline.com-Tim Program Inovasi Desa pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang dipimpin Ade Indriani Zuchri, Kamis (24/10/2019), melakukan uji petik di Desa Kufeu Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Uji petik itu dilakukan terhadap hasil evaluasi Desa Kufeu yang mendapat dua nominasi nasional untuk Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) Terbaik.

Dalam uji petik ini, Ade bersama timnya mendatangi langsung kebun marungga yang dimiliki kelompok tani marungga di Desa Kufeu dan Desa Ikan Tuanbeis.
Selain itu, Tim Kemendes berdialog dan mewawancarai para pengurus BUMDes, inspektur kelompok tani marungga desa se-Kecamatan Io Kufeu dan anggota kelompok tani marungga.
Untuk kegiatan uji petik ini, Tim Kemendes berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) baik Dinas PMD Propinsi NTT maupun Kabupaten Malaka. Ikut pula Koordinator Propinsi Pendamping Pembangunan Profesional Masyarakat Desa (P3MD) Angge Kandidatus.
Penjabat Kepala Desa (Kades) Kufeu Laurensius Seran dalam keterangannya kepada media di Betun, Jumat (25/10/2019), menjelaskan, uji petik yang dilakukan Tim Kemendes itu terkait hasil evaluasi dua nominasi terbaik Desa Kufeu dalam hal P2KTD dan Prukades.
Penjabat Kades Laurens memberi apresiasi tinggi kepada Tim Kemendes atas dua nominasi nasional yang diperoleh Desa Kufeu dalam tahun ini.
“Kita bangga karena Desa Kufeu mendapat dua nominasi nasional terbaik sekaligus. Ini merupakan motivasi luar biasa bagi semua pihak untuk tak henti-hentinya membangun desa. Kita harus membangun desa dengan hati. Semua elemen harus terlibat dalam pembangunan desa”, tandas Penjabat Kades Laurens.
Laurens yang Camat Kufeu itu menjelaskan, dalam uji petik yang dilakukan, Tim Kemendes mengecek administrasi pembukuan, struktur kelompok tani dan produk-produk marungga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kufeu.
Pendamping Kecamatan Io Kufeu Simon Djawa yang dihubungi TIMORline.com melalui telpon selulernya, Sabtu (26/10/2019) pagi menjelaskan, P2KTD dalam Program Inovasi Desa merupakan lembaga profesional yang menyediakan jasa keahlian teknis tertentu di bidang Pengembangan Ekonomi Lokal dan Kewirausahaan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur Desa.
Sedangkan Prukades merupakan program pertama dari empat priotitas yang dicanangkan Kemendes dalam Program Inovasi Desa.
Menurut Simon, Prukades dapat mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi lainnya, sehingga mampu memberi kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi keluarga dan desa.
“Produk mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan menyerap tenaga kerja”, tandas Simon.
Simon bermisal, anggota kelompok tani yang memetik daun marungga di kebunnya dan dijual ke rumah produksi dikategorikan petani. Sebagai petani, daun marungga basah yang dijual ke rumah produksi dihargai dengan Rp5.000,00. Tetapi, saat di rumah produksi, petani tadi dikategorikan pekerja. Pekerjaannya memisahkan daun marungga dari tangkainya yang dihargai Rp1.000,00.
“Jadi, ada produk, ada penghasilan dan penyerapan tenaga kerja”, demikian Simon.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *