oleh

Poktan Builaran Siapkan 40.000 Anakan Gratis Bagi Petani Malaka

BETUN, TIMORline.com-Dua Kelompok Tani (Poktan) di Desa Builaran Kecamatan Sasitamean menyiapkan 40.000 anakan gratis bagi masyarakat petani Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini disampaikan Ketua Poktan Liurai Malaka Alfons Luan kepada TIMORline.com di kediamannya, Kamis (17/10/2019).
Disebutkan, dari 40.000 anakan itu, Poktan Liurai Malaka memperoleh 20.000 anakan yang terdiri dari anakan mahoni 10.000 dan marungga 10.000. Sedangkan untuk Poktan Troi Harekain, anakan mahoni 10.000 dan mente 10.000.
“Anakan disiapkan kelompok tapi tidak dijual. Kita berikan secara gratis kepada masyarakat petani Malaka yang membutuhkan”, kata Alfons.
Menurut Alfons, bibit anakan mahoni, marungga dan mente ini diperoleh dari Bagian Kebun Bibit Rakyat (KBR) Dinas Kehutanan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp100 juta sebagai jawaban atas proposal permohonan kedua Poktan.
“Kelompok tidak tanam sehingga tidak menyiapkan atau memiliki lahan atau kebun khusus. Kita hanya menyiapkan anakan dan diberikan secara gratis kepada anggota dan masyarakat. Sehingga, masyarakat Malaka bisa mengambil anakan gratis di sini”, tandas Alfons.
Alfons yang mantan Kepala Desa Builaran ini menjelaskan, untuk tahun ini kedua Poktan hanya menyediakan anakan mahoni, marungga dan mente. Tahun depan, khusus anakan sengon.
Sesuai pantauan TIMORline.com pada Kamis (17/10/2019) di lokasi, saat ini Poktan Liurai Malaka sudah mengisi bibit mahoni dan marungga sebanyak 15.500 polibag. Lokasinya terletak persis di samping rumah Alfons selaku Ketua Poktan. Beberapa anggota kelompok tampak sedang mengisi dan meletakan anakan.
Pengisian polibag dilakukan semua kelompok umur, yakni anak-anak, pemuda dan orangtua. Waktu pengisian dimulai pukul 08.00 wita sampai pukul 16.00 wita. Bagi yang kerja mengisi polibag dibayar Rp2.000 per buah. Dalam sehari, polibag yang berhasil diisi berkisar 400-500 buah.
Hingga berita ini diturunkan, menurut Alfons, polibag yang sudah berhasil diisi sebanyak 15.500 buah, terdiri dari bibit mahoni dan marungga. Dia memperkirakan, pengisian polibag sudah bisa selesai pekan depan. Selama pekan ini tidak kerja karena ada kegiatan adat.
Sambil menanti tibanya musim hujan, Alfons dan anggotanya melakukan penyiraman menggunakan air yang diambil dari sumur terdekat.
Untuk melindungi anakan dari panas matahari, saat ini anggota kelompok sedang membangun tenda.
Masyarakat Malaka yang berminat menanam mahoni, marungga dan mente bisa datang langsung di Builaran dan menghubungi Bpk. Alfons Luan melalui No. Hp: 081237258465.
Ketua Poktan Troi Harekain Domi Seran yang didatangi di kediamannya sedang tidak berada di tempat. Tampak bibit yang sudah disemaikan dalam polibag terlihat tersimpan di halaman rumahnya. Tenda darurat yang terbuat dari daun kelapa yang dibuat untuk melindungi anakan sudah dibangun. Untuk Poktan Troi Harekain yang diketuai Domi ini, dijatahkan anakan mahoni dan mente, masing-masing 10.000 anakan. Berapa banyak anakan yang sudah disemaikan, belum diperoleh informasi pasti.
Paulina, salah satu warga yang rajin melakukan pengisian polibag, mengatakan, dengan mengisi bibit marungga, mente dan mahoni di polibag, dia mendapat bayaran yang bisa dipakai untuk membeli garam atau masako. “Pengisian satu polibag dibayar Rp2.000. Kebutuhan keluarga sehari bisa terpenuhi. Daripada duduk-duduk saja di rumah, lebih baik isi polibag”, tandas Paulina.
Penjabat Kades Builaran Yohanes Bria yang dihubungi melalui telp selulernya membenarkan bantuan bibit marungga, mente dan mahoni kepada dua Poktan di wilayahnya.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar