oleh

Lahan RPM Desa Lorotolus Meningkat dari Tahun ke Tahun 

BETUN, TIMORline.com-Jumlah lahan milik warga Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku yang dibalik gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka  Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun ketiga pelaksanaan Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM), lahan milik warga desa setempat sudah mencapai 900 hektar.

Hal itu ditegaskan Kepala Desa (Kades) Lorotolus Yakobus Ung Luis kepada TIMORline.com di kediamannya, Senin (14/10/2019).

Kades Yakobus menjelaskan, pada 2017,  jumlah  lahan milik warga  yang dibalik sebanyak 200 hektar, 2018 sebanyak 300 hektar dan 2019 sebanyak 400 hektar.

“Lahannya  meningkat dari tahun ke tahun. Lokasinya menyebar di tiga lokasi, yakni Wefrasuk, Haemuti dan Amoro”, begitu rinci Kades Yakobus.

Co Luis, begitu akrabnya Kades Yakobus, pada lahan yang dibalik gratis Pemkab Malaka itu ditanami jagung. Hasilnya sangat memuaskan. Ini terbukti dari hasil angkut warga. “Satu keluarga bisa angkut jagung 1-3 truk”, tandas Kades Co Luis.

Kades Co Luis sangat marah saat mengingat kembali beberapa politisi yang pernah mendatangi kebun milik warganya untuk mengukurnya. Mereka ingin memastikan luas lahan sebenarnya yang digunakan untuk program RPM. Hasil pengukuran itu kemudian dijadikan alasan untuk teriak kemana-mana bahwa program RPM gagal.

“Petani punya lahan. Pemerintah yang balik, gratis lagi. Tetapi, petani yang tanam. Hasilnya untuk petani. Masuk akal tidak kalau dibilang pemerintah yang gagal. RPM gagal. Masuk akal tidak pikiran begini. Ini namanya politik sampai bodoh”, tandas Kades Co Luis dengan nada tinggi.

Dia berharap petani Malaka khususnya  petani Desa Lorotolus tetap mendapat jatah balik lahan gratis dari pemerintah. Sehingga, lahan milik warga yang selama ini merupakan lahan tidur bisa dimanfaatkan. Lahan garapan warga yang selama ini sedikit bisa diperbanyak.

Baca Juga:  Bupati Malaka Sampaikan LKPj 2018 di Depan Sidang Paripurna DPRD

“Kita sangat mengapresiasi program RPM yang  membalik lahan masyarakat secara gratis.  Lahannya dibalik pemerintah tapi ditanam masyarakat. Hasil panennya untuk  memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sendiri”, demikian Kades Co Luis.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar