Cendikiawan Malaka Deklarasikan Komunitas PANTAS

BETUN, TIMORline.com-Puluhan cendikiawan Malaka yang berada di wilayah Kabupaten Malaka dan perantauan sepakat membentuk Komunitas Pengacara Tapal Batas yang selanjutnya disebut Komunitas PANTAS.
Pembentukan ini sekaligus deklarasi, yang dilakukan di Kantor Pengacara/Advokat Melkianus Conterius Seran, SH dan Rekan di kawasan Umakatahan, Betun, pertengahan pekan lalu.
Para cendikiawan itu secara aklamasi menyepakati Melkianus Conterius Seran, salah satu Pengacara/Advokat senior Malaka, sebagai Ketua dan Primus Klau Fahik, SH sebagai Sekretaris.
Melkianus Conterius Seran selaku Ketua Komunitas PANTAS seusai deklarasi menjelaskan, komunitas ini merupakan wadah bersama para cendikiawan Malaka baik yang ada di tanah kelahiran Malaka maupun di perantauan.
Melalui komunitas ini, para cendikiawan Malaka membagi ilmu dan pengalaman dalam segala hal baik secara tatap muka maupun online.
Menurut Guntur, begitu akrabnya Melkianus Conterius Seran, berbagi ilmu dan pengalaman melalui tatap muka dilakukan sebulan sekali. Bila ada isu aktual yang perlu didiskusikan segera, bisa dilakukan sewaktu-waktu. Sedangkan berbagi ilmu dan pengalaman secara online dilakukan melalui media sosial terutama melalui akun grup WhatsApp PANTAS yang dikendalikan langsung Guntur selaku ketua dan admin.
“Cara ini untuk mendekatkan dan melibatkan mereka yang ada di perantauan dan yang tidak hadir saat diskusi tatap muka”, kata Guntur.
Sebagai wadah diskusi, jelas Guntur, Komunitas PANTAS hadir untuk memperkaya wawasan para cendikiawan Malaka dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. Karena itu, keanggotaan komunitas ini tidak terbatas bagi yang berprofesi pengacara/advokat.
“Anggota kita lintas disiplin ilmu dan profesi. Ada hukum, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Ada juga jurnalis”, demikian Guntur.
Robertus Kehi Bria, salah satu anggota komunitas di Surabaya, yakin kalau PANTAS tidak hanya berbicara lingkup Malaka tetapi Perbatasan Timor secara keseluruhan mulai dari Malaka, Belu, TTU dan Kabupaten Kupang. “Ruang diskusinya menjadi lebih luas soal konsep diskusi yang dibangun. Saya sepakat kita memulai dari Malaka dan bergeser ke luar Malaka”, saran Robertus.
Pembentukan dan deklarasi Komunitas PANTAS didahului dengan rembuk pendapat dan diskusi tentang Politik Hukum. Selain Guntur, tampak hadir antara lain Wilfridus Son Lau, SH, Primus Klau Fahik, SH, Inyo Molo, SH dan Wilfridus Rae. Hadir pula jurnalis senior Cyriakus Kiik, Pemimpin Umum/Penanggungjawab media online TIMORline.com dan Tabloid TIMORlian.
Ke depan, su-isu menarik yang menjadi topik pembahasan komunitas adalah hak azasi manusia (HAM); Kebijakan Politik Daerah, Nasional dan Internasional; Pemberdayaan Ekonomi Perbatasan; dan Pelestarian Hubungan Budaya di Perbatasan.
Peran komunitas laainnya adalah melakukan kajian-kajian ilmiah dan penelitian hukum; dan upaya memberikan konsultasi hukum gratis bagi masyarakat berekonomi lemah.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *