Warga Malaka Ancam Tutup Ruas Jalan Propinsi Persimpangan Weoe-Tuataub

BETUN, TIMORline.com-Warga Kabupaten Malaka yang bermukim di Desa Lorotolus Kecamatan Wewiku mengancam menutup ruas jalan propinsi Persimpangan Weoe menuju Tuataub Desa Bokon Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebab,  kendaraan roda enam yang melintas setiap saat di ruas jalan ini  untuk mengangkut material dari wilayah Kabupaten Malaka  ke wilayah Kabupaten TTS, menambah parahnya kondisi ruas jalan tersebut.
Kepala Desa (Kades) Lorotolus Yakobus Ung Luis yang ditemui TIMORline.com di kediamannya, Senin (14/10/2019), menjelaskan, panjang ruas jalan Persimpangan Weoe di Desa Lorotolus menuju Tuataub di Desa Bokon hanya sekira 700 meter.
“Ini jalan propinsi yang dibangun pada 1984. Sempat rehab pada 1990. Tetapi, sampai sekarang tidak ditingkatkan. Permukaan jalan berupa aspal sudah terkelupas. Sekarang tinggal batu-batu dan tanah. Pak wartawan bisa lihat sendiri itu”, kata Kades Yakobus sambil mengajak TIMORline.com untuk melihat langsung kondisi ruas jalan tersebut.

Sesuai pantauan TIMORline.com, ruas jalan tersebut sangat parah. Badan jalan sudah terkelupas. Batu-batu pada bermunculan, berserakan di badan jalan sampai di bahu jalan. Sebagian badan jalan kelihatan tanah.
Kondisi jalan yang demikian, menurut Kades Yakobus, membuat warga yang melintas di sini harus ekstra hati-hati. Bila tidak, bisa terpeleset jatuh.
Kendaraan yang melintas tidak hanya merusak permukaan jalan. Debu pun berterbangan kian kemari. Debu bahkan melekat di atap, dinding dan tembok rumah warga. Pohon-pohon juga sama. Sehingga, warna rumah-rumah warga dan dedaunan pohon besar yang sebenarnya berwarna hijau nyaris tidak dikenali.
Untuk menghindari debu saat kendaraan melintas, warga terpaksa mencari jalan alternatif.
Di ujung ruas jalan ini, ada batas wilayah Desa Lorotolus-Malaka dan Desa Bokon-TTS. Ada pula tugu batas di sini.
Di titik batas ini, terlihat jelas. Kondisi jalan  Tuataub Desa Bokon di wilayah Kabupaten TTS sudah dihotmix. Sedangkan kondisi jalan  Weoe Desa Lorotolus porak-poranda.
Kades Yakobus lebih jauh meminta Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. “Kalau tidak diperbaiki, warga tutup”, tandas Kades Yakobus.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *