Sekkab Belu Daftar Balon Kada di DPC PKB Malaka

BETUN, TIMORline.com-Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Belu Petrus Bere, Rabu (09/10/2019), mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah (balon kada) di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendaftaran ini menandai sikap politik Petrus untuk maju sebagai salah satu peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di Kabupaten Malaka.

Saat mendaftar, Petrus didampingi tim keluarga. Di Sekretariat DPC PKB yang terletak di kawasan Umasakaer Desa Bakiruk Kecamatan Malaka Tengah, Petrus dan timnya diterima Ketua DPC PKB Kabupaten Malaka Simon Seran Fahik, Sekretaris Hendrikus Fahik Taek, anggota Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Malaka Antonius Un, panitia pendaftaran dan pengurus lainnya.

Kedatangan Petrus mengejutkan pihak PKB Malaka. Sebab, yang ditunggu untuk mendaftar siang itu adalah balon lain. Setelah bercengkerama sebentar, Petrus dituntun Ketua DPC PKB Simon Seran dan Sekretaris Hendrikus Fahik ke dalam ruang pendaftaran.  Setelah dilakukan verifikasi, berkas pencalonan Petrus diserahkan secara resmi kepada Simon.

Dalam sambutan singkatnya di hadapan tim keluarga dan pengurus partai, Simon Seran menjelaskan, pihaknya sudah menerima berkas pencalonan Petrus secara resmi. Selanjutnya, berkas itu akan dikirim ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB di Kupang dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta. “DPC hanya terima berkas. Sedangkan yang menentukan balon kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah DPW dan DPP”, jelas Simon.

Simon mengatakan, di tingkat DPC, setelah pendaftaran  akan ada Musyawarah Kebangkitan (Muskit) yang melibatkan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB dari 12 kecamatan di Kabupaten Malaka, simpatisan dan semua balon yang mendaftar di PKB.

“Hasil Muskit itulah yang akan direkomendasikan DPC ke DPW untuk diproses lebih lanjut di DPP. Tetapi, dalam rekomendasi itu, balon yang diusung PKB sudah harus dalam paket atau berpasangan, ada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah”, tandas Simon.

Untuk rekomendasi balon dimaksud, Simon mengharapkan para balon yang sudah mendaftar di PKB segera melakukan komunikasi dengan partai dan balon lain. Sebab, saat ini PKB hanya memiliki tiga anggota di DPRD Malaka. Sehingga, PKB tidak bisa mengusung balon kepala daerah dan wakil kepala daerah sendiri.

“PKB harus koalisi dengan partai lain untuk mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah”, demikian Simon.

Petrus Bere selaku balon kepala daerah, dalam sambutan singkatnya berterimakasih kepada panitia pendaftaran PKB yang sudah menerima berkas pencalonannya.

Mantan Asisten I pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Belu ini menyerahkan proses selanjutnya kepada pengurus dan panitia pendaftaran PKB. “Diterima sebagai calon bupati atau wakil bupati, terserah partai. Atau tidak diterima juga tidak apa-apa”, tandas Petrus disambut tawa hadirin.

Bagi Petrus, keinginannya untuk maju dalam Pilkada Malaka 2020 lebih pada kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat Malaka saat ini. Salah satu persoalan  mendasar yang mendorongnya maju menjadi balon kepala daerah adalah persoalan kemiskinan di Malaka.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS)  2016, Petrus mengatakan, kemiskinan  di Kabupaten Malaka sangat tinggi. “Sebuah rumah tidak layak huni didiami 5-6 kepala keluarga. Ini sangat memrihatinkan”, demikian Petrus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *