Gubernur NTT, Bupati Ende, Rektor Undana dan Pimpinan DPRD NTT Tolak Radikalisme dan Pertahankan Pancasila

KUPANG, TIMORline.com-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskdat atau VBL mengajak masyarakat NTT menolak berbagai tindakan radikalisme, intoleran dan inkonstitusional untuk menurunkan Presiden RI Joko Widodo, dan tetap setia mempertahankan Pancasila.

Ajakan itu disampaikannya saat berorasi di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprop NTT  dan berbagai elemen masyarakat yang hadir memenuhi halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Jumat (27/09/2019).

Gubernur VBL menegaskan, kehadirannya bersama masyarakat NTT dan semu elemen masyarakat di wilayah ini semata-mata untuk memberikan dukungan moral dan menolak setiap gerakan yang menggunakan aksi demonstrasi mahasiswa untuk berbagai kepentingan.

“Negara ini memberikan kebebasan kepada setiap warga bangsa untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tetapi apabila ada niat yang ingin menghancurkan dan menurunkan Presiden RI sebagai pemimpin yang sah maka dari NTT kami memberikan pesan bahwa Presiden yang tidak mempunyai kesalahan apa pun, bekerja secara luar biasa, jangan pernah ada yang coba-coba,” tandas Gubernur disambut tepukan tangan para hadirin.

Gubernur VBL menegaskan, segala masalah dan aspirasi harus disalurkan lewat DPR. Kalau masalah hukum, kita lewat jalur hukum. Semua tersedia di NKRI. Hukum adalah tuan dan panglimanya. Kita tidak boleh bergerak di luar konstitusi,” ucap mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini.

Di tempat yang sama, Bupati Ende Haji Achmad Djafar meminta Gubernur VBL menyampaikan aspirasi yang disuarakan ini disampaikan kepada Presiden dan DPR RI.

“NTT dukung sepenuhnya kepemimpinan Presiden Jokowi. Jangan sampai ada pihak yang ingin menggagalkan pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang,” tandas Bupati Djafar, sambil menambahkan, NKRI harga mati dan Pancasila harus tetap hidup di republik ini.

Prof. DR. Mien Ratu Udju, akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang didaulat membaca pernyataan sikap masyarakat NTT meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk teguh menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Sebab, Indonesia adalah rumah kita bersama, dalam bingkai keutuhan NKRI.

Merespon berbagai aksi yang marak di tanah air, dalam pernyataan sikap yang dibacakan Prof Mien Ratu Udju, Pemprop dan masyarakat NTT menyatakan:

  1. Mendorong para pemimpin bangsa dan masyarakat di tingkat nasional dan daerah untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan dan kedaulatan NKRI dan menghindari pemaksaan kehendak dan pendapat yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945;
  2. Menolak sikap dan tindakan radikalisme, intoleransi dan inkonstitusional terhadap hasil Pemilu Presiden 2019 dan mendukung penuh Ir. Haji Joko Widodo dan Prof. DR (HC) K.H. Ma’aruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih Periode 2019-2024;
  3. Menjaga suasana bathin dalam membangun serta memviralkan sikap saling percaya, saling menghargai dan saling melindungi dalam bingkai NKRI;
  4. Menegakkan demokrasi yang bertanggungjawab dan wajib memperhatikan keberagaman orang lain untuk memberikan pembelajaran sikap dan perilaku bagi generasi penerus bangsa ke depan dalam mejaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, ada pula orasi dari Rektor Undana Kupang Prof Fred Benu, Pimpinan sementara  DPRD NTT Yunus Takandewa dan Ketua MUI NTT Drs Haji Abdul Kadir Makarim.

Editor: Cyriakus Kiik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *