oleh

Di Malaka, Bocah SD Kelas VI Diduga Kuat Disetubuhi Paksa Ayah Angkat

BETUN, TIMORline.com-Seorang bocah Sekolah Dasar (SD) berinisial RM (12), warga Dusun Nularan Desa Rabasahain Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga kuat disetubuhi paksa ayah angkatnya, Ruis Soares Maia dos Reis alias Ruis.
Ruis diduga kuat melakukan perbuatannya dengan mengancam korban menggunakan pisau. Sedangkan korban RM, saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP). Korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah diketahui bagian terlarang tubuhnya mengalami pembengkakan.
Kepada TIMORline.com, Jumat (27/09/2019) malam, RM mengaku, bagian terlarang tubuhnya mengalami pembengkakan akibat perbuatan ayah angkatnya, Ruis.
Menurut RM, perbuatan Rui itu dilakukan beberapa waktu terakhir sejak akhir Agustus 2019 lalu. Terakhir, RM disetubuhi Rui pada 10 September lalu. Perbuatan itu dilakukan Rui secara paksa dengan mengancam korban menggunakan pisau.
“Bot Rui masuk ke kamar bawa pisau. Dia kasi takut saya pakai pisau, jadi saya tidak melawan”, aku RM.
RM kemudian memberitahukan hal itu kepada ibu angkatnya yang adalah istri Rui. Namun, bocah kelas enam salah satu SD di Kecamatan Malaka Barat itu mengaku kalau ibu angkat sempat mengomelinya. Ia dianggap bohong dan mengada-ada.
“Mama bilang saya karang bahasa”, keluh RM.
M, keluarga bocah tersebut yang menemani RM di RSUPP Betun mengaku, dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut setelah RM menemui dirinya dan mengeluh sakit di sekitar kelaminnya.
M dan suami kemudian membawa RM ke Puskesmas Besikama untuk berobat, karena menyangka RM mengalami sakit kelamin. Tetapi, M kemudian menemukan tanda-tanda aneh di kemaluan RM dan mulai curiga. RM akhirnya mengakui adanya peristiwa yang menimpa dirinya.
“Dia bilang Bot Rui tidur dengan saya. Dia kasi takut saya pakai pisau”, ujar M mengutip pengakuan RM.
M dan suami akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Malaka Barat. Selanjutnya, RM dilarikan ke RSUPP Betun.
Keluarga korban mengharapkan pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang telah merenggut paksa masa depan bocah tersebut.
Kapolsek Malaka Barat Ipda I.W.Budiasa, SH melalui pesan WhatsApp (WA)-nya membenarkan kejadian tersebut. Hal ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: LP/38/IX/2019/NTT/ Polres Belu/Polsek Malaka Barat, tertanggal 25 September 2019 tentang dugaan terjadinya Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak.
Menurut Kapolsek Budiasa, kasus ini terungkap berawal dari keluhan korban RM pada Selasa 24 September 2019. Saat itu, korban RM mengeluh sakit pada bagian terlarang tubuhnya dan pinggangnya. Pada keesokan harinya, 25 September 2019, M (33) yang adalah keluarga korban, mengompres bagian tubuh terlarang dan punggung RM menggunakan air hangat.
Saat itulah M melihat bagian terlarang tubuh RM mengalami pembengkakan.
Mengutip keterangan M, Kapolsek Budiasa mengatakan, awalnya korban tidak mau cerita. Setelah didesak M, RM mengaku kalau dirinya telah disetubuhi paksa oleh Rui sekira lima kali di rumahnya.
Atas cerita RM, M memberitahu AS, suaminya. M dan AS bersama korban RM kemudian mengadukan kasus ini ke Polsek Malaka Barat pada Rabu 26 September 2019 sekira pukul 16.00 wita.
“Saat ini korban dirawat di rumah sakit, sedangkan Rui sudah ditangkap dan ditahan. Kami titipkan penahanannya di Rutan Polres Belu”, demikian Kapolsek Budiasa.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar