Kondisi Korban Percobaan Pembunuhan di Laenmanen-Malaka semakin Membaik

KUPANG, TIMORline.com-Kondisi korban percobaan pembunuhan (bukan pembunuhan seperti diberitakan sebelumnya, red) berkategori penganiayaan berat (anirat) Hendrikus Ani (80) dipastikan semakin membaik. Korban bahkan sudah bisa menggerakkan tubuh.

Kepastian itu diperoleh TIMORline.com dari Direktris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua Kabupaten Belu Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) drg Maria Ansilla F. Eka Mutty yang dihubungi dari Kupang melalui saluran telepon selulernya, Rabu (25/09/2019) malam.

Ansilla dihubungi terkait kondisi terkini Hendrikus Ani, warga Dusun Oenaek Desa Oenaek Kecamatan Laenmanen, di RSUD Atambua.

Korban diantar pihak Polsek Laenmanen yang dipimpin langsung Kapolsek Laenmanen Ipda Benediktus Bau ke rumah sakit tersebut pada Selasa (24/09/2019) pukul 04.00 wita subuh.

Hendrikus adalah korban anirat. Ia diduga dibacok di bagian dahi hingga mengeluarkan banyak darah segar dari luka tersebut. Bahkan, daging otak kepalanya nyaris terburai keluar.

Sedangkan Kanisius Molo yang diduga kuat sebagai pelakunya, beberapa jam setelah kejadian langsung diciduk pihak Polsek Laenmanen di kampung halamannya di Dusun Lonaus A Desa Nauke Kusa. Kini, pelaku sedang dalam penahanan pihak Polres Belu untuk diproses hukum lebih lanjut.

Menurut Direktris Ansilla, saat awal dibawa ke rumah sakit yang dipimpinnya itu, korban Hendrikus kekurangan darah cukup banyak. Sebab, dari luka bacokan di  kepalanya, darah korban cukup banyak yang keluar. Karena itu, pihaknya langsung menangani korban dengan memberikan transfusi darah.

“Setelah memberikan transfusi darah barulah dilakukan operasi. Setelah operasi, korban diberikan darah lagi. Sehigga, saat ini kondisi korban semakin membaik. Dia sudah bisa menggerakkan tubuhnya”, tandas Direktris Ansilla.

Kepala Desa (Kades) Oenaek Yuliana Meak yang dihubungi melalui telepon selulernya mengakui adanya peristiwa itu. Korban Hendrikus adalah warganya. Tetapi, apa motif tindakan pelaku Kanisius terhadap korban, Yuliana tidak tahu.

Sepengetahuan Kades Yuli, begitu Yuliana biasa disapa, korban Hendrikus tidak pernah bermasalah dengan siapa pun di wilayahnya.  Dia dikenal sebagai orang yang baik dan ramah.

Selama ini, menurut Kades Yuli, korban Hendrikus tinggal bersama anak-anak dan keponakan-keponakannya di wilayahnya. Sedangkan istrinya sudah lama meninggal.  Sebelum istri meninggal, korban Hendrikus sekeluarga tinggal di Dusun Buikoun Desa Kapitan Meo, masih di Kecamatan Laenmanen. Setelah istrinya meninggal, korban kembali ke kampung halamannya di Desa Oenaek.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *