Pekan Depan, 30 Hektar Lahan Warga Bisesmus Dibalik Traktor RPM

BETUN, TIMORline.com-Sedikitnya 30 hektar lahan pertanian milik warga Desa Bisesmus Kecamatan Laenmanen Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibalik menggunakan traktor Revolusi Pertanian Malaka (RPM) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, pekan depan.

Penjabat Kepala Desa (Kades) Bisesmus Willybrodus K. Khun yang ditemui di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Senin (23/09/2019), menjelaskan, kuota lahan pertanian milik warganya untuk mendukung Program RPM, program prioritas Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, seluas 250 hektar.

“Lahan masyarakat dibalik secara bertahap. Sebab, traktor RPM yang dijatahkan untuk Kecamatan Laenmanen hanya dua unit. Dua traktor ini harus dijadwalkan Pak Camat keliling desa-desa di Kecamatan Laenmanen untuk balik lahan milik masyarakat”, kata Kades Willy.

Menurut Willy, untuk balik lahan masyarakat, Desa Bisesmus baru dapat giliran tahun ini. Selama ini, traktor RPM masih balik lahan masyarakat desa lain.  Untuk awal in, lahan masyarakat yang siap dibalik 30 hektar.

Dia berharap, pekan depan lahan milik warganya sudah bisa dibalik seperti yang sudah dijadwalkan Camat Laenmanen Blasius Berek Bau.

Masyarakat Desa Bisesmus sendiri sebagian besar terdiri dari petani lahan kering. Mereka memanfaatkan langsung lahan yang ada apa adanya dengan menanam jagung, ubi, pisang, dan tanaman lainnya.  Tetapi, tidak dibalik terlebih dahulu.

Karena itu, menurut Kades Willy, masyarakat Desa Bisesmus sangat berterimakasih kepada Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang melalui Program RPM mengadakan traktor untuk balik lahan milik masyarakatnya secara gratis.

“Masyarakat petani Bisesmus sangat  terbantu dengan traktor RPM”, tandas Kades Willy.

Karlus, salah satu petani Bisesmus yang dihubungi melalui telepon selulernya, mengharapkan Kades Willy dan Camat Blasius segera berkoordinasi untuk memastikan kapan lahan petani dibalik. Sebab, saat ini adalah waktu yang tepat untuk balik lahan masyarakat. “Musim hujan sudah dekat. Kalau sudah hujan, lahan masyarakat tidak bisa dibalik karena harus siap tanam”, kata Karlus.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *