Ketua DPC PDIP Malaka Sebut Dua Orang Calon Pemimpin Abal-abal

BETUN, TIMORline.com-Panitia Seleksi Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Malaka Periode 2020-2024 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (20/09/2019), telah menutup pendaftaran bagi putera-puteri terbaik Kabupaten Malaka untuk mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Malaka Periode 2020-2024.
Selama empat hari masa pendaftaran, pihak panitia seleksi mencatat 12 formulir yang diambil 12 orang putera-puteri terbaik Malaka. Tetapi, dari 12 formulir itu, sembilan formulir dikembalikan sekaligus mendaftar sebagai bakal calon (balon) kepala daerah (kada) dan wakil kepala daerah (wakada).
Sedangkan dua pengambil formulir tidak mengembalikan formulir atau tidak mendaftar, yakni Maria Theresia Un Manek-Asa dan Hendrikus Fahik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka Devi Hermin Ndolu dalam konferensi pers dengan wartawan baik cetak, elektronik maupun online di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka menandai berakhirnya penutupan pendaftaran, Jumat (20/09/2019), menyebut Maria Theresia Un Manek-Asa dan Hendrikus Fahik sebagai pemimpin abal-abal atau kaleng-kaleng. Sebab, kedua putera-puteri terbaik Malaka ini sudah mengambil formulir pendaftaran melalui tim masing-masing tetapi hingga pukul 16.00 wita penutupan pendaftaran, keduanya tidak mendaftar dan tidak ada informasi apa pun.
“Ini yang saya katakan sebelumnya sebagai pemimpin abal-abal atau kaleng-kaleng. Jadi, pendaftaran ini jangan dikira main-main. PDI Perjuangan itu partai besar, dibentuk oleh negara dan merupakan milik rakyat”, tandas Devi.
Devi secara pribadi mempunyai hubungan baik dengan semua putera-puteri Malaka, terutama mereka yang telah mengambil formulir pendaftaran dan telah mendaftar di panitia seleksi partai untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Malaka periode 2020-2024. Tetapi, khusus Maria Theresia Un Manek-Asa dan Hendrikus Fahik akan menjadi perhatian khusus partai ke depannya bila mereka ingin maju menjadi pemimpin Kabupaten Malaka.
“Kita akan perhatikan khusus ibu Thres dan Pak Hendrik kalau mau maju menjadi pemimpin di Kabupaten Malaka. Kita akan tolak kalau mereka mendaftar di PDI Perjuangan”, demikian Devi.
Emanuel Nahak Seran selaku ketua panitia seleksi, menjelaskan, PDI Perjuangan adalah partai terbuka. “Kita terbuka terhadap semua putera-puteri terbaik Malaka untuk mencalonkan diri menjadi bupati dan wakil bupati Malaka melalui PDI Perjuangan. Tetapi, proses yang ada jangan dianggap main-main. Kalau main-main, ya, kita juga tidak main-main karena kita menjalankan perintah partai dan undang-undang”, kata Emanuel.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *