oleh

12 Orang Ambil Formulir Pendaftaran Balon Kada dan Wakada di PDIP Malaka

BETUN, TIMORline.com-Selama empat hari masa pendaftaran terhitung 16-20 September 2019, panitia seleksi pendaftaran di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mencatat 12 orang yang mengambil formulir.
Nama-nama pengambil formulir pendaftaran baik secara langsung maupun melalui tim pemenang itu adalah:
1. Dr Simon Nahak, SH, MH;
2. dr Stefanus Bria Seran, MPH;
3. Emanuel Bria;
4. Godfridus Klau;
5. Drs Petrus Bere, MM;
6. Wendelinus Taolin;
7. Ronaldo Asury, SSos;
8. Roy Tei Seran;
9. Paulus Seran Tahu, SH, MHum;
10. Louise Lucky Taolin;
11. Maria Theresia Un Manek-Asa;
12. Hendrikus Fahik, SH.
Hal itu diungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka Devi Hermin Ndolu dalam konferensi pers dengan wartawan terkait pendaftaran balon kada dan wakada Pilkada Kabupaten Malaka Periode 2020-2024 di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka, Jumat (20/09/2019). Saat konferensi pers, Devi didampingi para pengurus dan kader partai.
Kepada wartawan, Devi menjelaskan, dari 12 orang itu, sembilan orang di antaranya mengembalikan formulir dan diterima panitia seleksi partai mulut putih itu sebagai bakal calon (balon) kepala daerah (kada) dan wakil kepala daerah (wakada) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka Periode 2020-2024. Ke-9 orang itu adalah Simon Nahak, Stefanus Bria Seran, Emanuel Bria, Godfridus Klau, Petrus Bere, Wendelinus Taolin, Ronaldo Asury, Roy Tei Seran dan Paulus Seran Tahu. Sedangkan dua orang lainnya tidak mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Maria Theresia Un Manek-Asa dan Hendrikus Fahik. Sementara satu orang lainnya mengembalikan formulir dengan catatan, yakni Louise Lucky Taolin.
Devi mengatakan, para pelamar adalah putera-puteri terbaik Malaka. “Mereka mempunyai peluang yang sama dalam Pilkada Malaka 2020. Tetapi, tidak semua pelamar diakomodir sebagai calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Saya harap, mereka yang tidak mendapat penetapan partai tidak menjelek-jelekkan partai. Sebab, urusan partai bukan urusan Devi tetapi urusan negara dan rakyat”, tandas Devi.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar