Devi Ndolu: PDIP Menolak Calon Pemimpin Kaleng-kaleng

BETUN, TIMORline.com-Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara tegas menolak calon pemimpin kaleng-kaleng atau calon pemimpin abal-abal. Sebab, yang dibutuhkan partai moncong putih ini adalah calon pemimpin yang mempunyai komitmen tegas dan jelas.

Selain itu, calon pemimpin bersangkutan harus  ikut membesarkan partai dan tidak menjelek-jelekkan partai bila di kemudian hari sudah tidak menjadi bagian dari PDI Perjuangan.

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malaka Devi Hermin Ndolu di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka di Dusun Wemalae Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Rabu (18/09/2019) sore.

Penegasan Devi itu disampaikan saat menerima pendaftaran Bakal Calon Wakil Kepala Daerah (balon Wakada) Wendelinus Taolin. Wendelinus datang mendaftar bersama tim dan massa pendukungnya dalam balutan busana adat.

Menurut Devi, putera-puteri Malaka yang mendaftar di PDI Perjuangan untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Malaka Periode 2020-2024 adalah calon pemimpin masyarakat dan Kabupaten Malaka. Karena itu, Panitia Seleksi PDI Perjuangan Kabupate Malaka sudah diingatkannya agar pengambilan formulir pendaftaran bisa diambil anggota tim atau bakal calon bersangkutan. Tetapi, pendaftaran wajib dilakukan bakal calon. Sedangkan tim mendampingi.

Devi bermisal, bila dalam masa pendaftaran yang dijadwalkan selama empat hari, terhitung 16-20 September ini, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mendaftar untuk maju lagi dalam Pilkada kali ini, wajib datang sendiri untuk mendaftar. Calon-calon lain juga begitu.

“Jadi, tim ambil formulir, bakal calon daftar”, tandas Devi. Devi yang saat ini memasuki tahun pertama periode kelima menjadi anggota Dewan berharap kewajiban ini tidak ditafsirkan bias, seolah-olah partai tidak suka bakal calon tertentu. Tetapi, kewajiban ini didasarkan atas pengalaman-pengalaman sebelumnya.

Dalam pengalaman-pengalaman sebelumnya, menurut Devi, ada calon yang tidak kenal partai karena suruh timnya yang datang mendaftar. Setelah diverifikasi panitia seleksi dan tidak mendapat penetapan pimpinan pusat partai, bakal calon   bersangkutan malahan menjelek-jelekkan PDI Perjuangan bahwa PDI Perjuangan itu partai tidak baik.  Tetapi, dengan mendaftar sendiri, pihak partai akan menjelaskan tentang komitmen bakal calon bersangkutan terhadap partai.

Sebab, bakal calon bersangkutan harus mempunyai komitmen jelas dan wajib hukumnya ikut membesarkan partai. “Komitmen dan kesanggupan bakal calon membesarkan partai termuat dalam surat pernyataan yang ada dalam berkas pendaftaran bakal calon. Kita tidak menginginkan calon abal-abal atau calon kaleng-kaleng”, tandas Devi.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *