oleh

Hari ini, Bupati Malaka Daftar Balon Kada di PDIP Malaka

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dijadwalkan mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah (balon kada) di Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Malaka, Kamis (19/09/2019), hari ini.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malaka Devi Hermin Ndolu di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malaka, Rabu (18/09/2019). Devi menyampaikan hal itu dalam sambutannya menerima pendaftaran balon kada Wendelinus Taolin.
Devi menjelaskan, pendaftaran balon kada dibuka selama empat hari, terhitung 17-20 September 2019. Pada hari pertama, balon kada yang mendaftar adalah Simon Nahak. Sedangkan di hari kedua, yang mendaftar adalah Wendelinus Taolin.
Jadi, yang sudah mendaftar ada dua orang. Sedangkan yang ambil formulir 10 orang. Kita harapkan delapan orang lainnya bisa memanfaatkan dua hari terakhir untuk mendaftar”, kata Devi.
Devi menjelaskan, untuk pengambilan formulir, bisa diambil bakal calon bersangkutan atau tim. Tetapi, untuk pendaftaran, bakal calon bersangkutan harus datang daftar sendiri. Itu kita wajibkan bagi bakal calon, termasuk pak dokter Stef, bupati petahana. Supaya mereka juga kenal dan tahu partai. Jangan sampai tidak diterima di partai lalu menjelek-jelekkan partai di mana-mana”, kata Devi.
Apa yang dikatakan Devi tidak berarti pak dokter Stef selama ini menjelek-jelekan PDI Perjuangan. “Saya tidak bilang pak dokter Stef selama ini menjelek-jelekan PDI Perjuangan tetapi ini pengalaman kami selama ini. Jauh sebelum pak dokter Stef menjadi Bupati Malaka. Kita harap tidak ada calon abal-abal atau calon kaleng-kaleng”, tandas Devi.
Selain Bupati Stefanus, Devi menginformasikan, balon kada yang dijadwalkan mendaftar hari ini adalah Roy Tey Seran dan Lucky Lousie Taolin. Sedangkan balon kada yang sudah mengambil formulir tapi belum ada informasi untuk mendaftar adalah Emanuel Y. Bria, Paulus Seran Tahu, Godefridus Klau, Ronaldo Assury dan Maria Theresia Un Manek-Asa.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar