Bupati Malaka Titipkan Tiga Tugas kepada MK

BETUN, TIMORline-com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menitipkan tiga tugas kepada anggota DPRD Kabupaten Malaka yang baru, Maria Fatima Seuk Kain yang diakrabi Merry Kain atau MK, untuk diperjuangkan dalam masa jabatannya lima tahun ke depan.
Hal itu disampaikan Bupati Stefanus di hadapan masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil)-1 Kabupaten Malaka dalam Syukuran Pelantikan Anggota DPRD Malaka MK di Manubay Desa Naimana Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (13/09/2019) malam.
Bupati Stefanus lalu menyebut tiga tugas yang dititipkan kepada MK. Tugas pertama, adalah memperjuangkan pemekaran Kecamatan Malaka Tengah dengan membentuk Kecamatan Aintasi. Bupati Stefanus berharap Kecamatan Aintasi terbentuk dalam 500 lebih hari sisa masa jabatannya yang akan berakhir pada 16 Pebruari 2021 mendatang. Tugas ini dititipkan kepada MK sebagai anggota Dewan yang sejatinya bertugas memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat.
Tugas kedua, adalah memperjuangkan pembangunan tanggul Sungai Benenai yang melintasi beberapa desa di wilayah Kecamatan Malaka Tengah untuk mencegah banjir saat musim hujan. Sehingga, saat musim hujan, masyarakat tidak bingung untuk menghindari banjir.
“Masyarakat harus nyaman di kampungnya dan siap menghadapi musim tanam pertama. Jangan sampai masyarakat takut banjir lalu lari dari kampungnya sehingga tidak siap menghadapi musim pertama tahun berjalan”, kata Bupati Stefanus.
Tugas ketiga, MK diminta memperjuangkan peningkatan infrastruktur jalan dari wilayah Desa Fahiluka ke Pantai Motadikin. Sebab, Pantai Motadikin adalah salah satu objek wisata di Kabupaten Malaka. Sebab, menurut Bupati Stefanus, orang akan datang berwisata di pantai ini kalau jalan rayanya bagus. Tetapi, berapa panjang jalan ini belum diketahui pasti. Bupati mantan Kadinkes NTT ini kemudian meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka Yohanes Nahak untuk melakukan survei di titik ini. Bupati yang diakrabi SBS itu memperkirakan titik jalan tersebut tidak mencapai tiga kilometer seperti yang diinformasikan warga setempat.
“Jalan itu tidak sampai tiga kilo. Mungkin satu kilo lebih”, demikian Bupati SBS.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *