Diskopnakertrans NTT Pulangkan 16 CTKI Non Prosedural ke Malaka

BETUN, TIMORline.com-Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopnakertrans) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTT memulangkan 16 Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) Non Prosedural ke Kabupaten Malaka, Kamis (29/08/2019).

Mereka diantar staf Perlindungan pada BP3TKI Propinsi NTT Felix Mau, dan diterima Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Diskopnakertrans Kabupaten Malaka Maria Serafina Luruk Seran.

Kepala Diskopnakertrans Kabupaten Malaka Vincensius Babu yang ditemui TIMORline.com di kantornya, Jumat (30/08/2019), menjelaskan,   16 CTKI itu berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Malaka. Antara lain Kecamatan Malaka Tengah, Wewiku, Laenmanen dan Botin Leobele.

“Kita sudah kembalikan mereka ke kampung masing-masing. Sebelum dikembalikan ke keluarga, kita kasih pembinaan. Dalam pembinaan, kita arahkan mereka supaya menggunakan jalur prosedural. Sehingga, keberadaan mereka di luar negeri itu terjamin dan aman. Ada masalah, pemerintah tahu”, jelas Kadis Kopnakertrans.

Menurut mantan Camat Malaka Tengah ini, masalah pencegahan dan pemulangan tenaga kerja seperti itu sudah berulang-ulang karena kepergian mereka non prosedural, tidak resmi. Bahkan, untuk membawa surat dari kepala desa saja tidak.

Dikatakan, kepergian para CTKI ini semula tidak dicurigai pihak berwajib di Pelabuhan Tenau Kupang. Sebab, mereka jalan sendiri-sendiri. Di atas kapal barulah ketahuan setelah mereka saling kenal. Karena saling kenal, mereka duduk dan jalan ke mana-mana di atas kapal selalu bersama-sama.

Pihak berwajib pun curiga dan melakukan interogasi terhadap para CTKI tersebut. Hasilnya, 16 CTKI berasal dari Kabupaten Malaka, satu orang  di antaranya sudah empat tahun kerja di Malaysia. Tetapi, itu pun dia jalan melalui jalur non prosedural. “Karena jalan secara non prosedural, pihak berwajib cegah mereka. Mereka ditahan kemudian dipulangkan ke Kupang. Lalu, Nakertrans Propinsi antar mereka ke Malaka”, jelas Kadis Vincensius.

Menurut Kadis Vincensius, selama ini banyak CTKI yang lebih memilih jalur non prosedural daripada jalur prosedural. Padahal, pemerintah melalui Nakertrans selalu memfasilitasi para CTKI untuk menggunakan jalur prosedural kalau mau ke luar negeri.

“Kita tawarkan jalur resmi melalui perusahaan pengerah tenaga kerja. Tetapi, kalau tidak pun ada jalur mandiri, tidak melalui perusahaan tetapi urus sendiri secara resmi melalui Nakertrans”, tandas Kadis Vincensius.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy