Bupati Malaka Utarakan Dua Masalah Utama Stunting

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran secara umum mengutarakan dua masalah utama stunting. Kedua masalah itu adalah asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dan penyediaan makanan yang memadai dan pendistribusiannya sesuai kelompok umur.
Hal itu diutarakan Bupati Stefanus saat membuka secara resmi kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Malaka Tahun 2019 di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin (12/08/2019).
Bupati mantan Kadinkes Propinsi NTT ini menjelaskan, asupan gizi yang baik wajib didapatkan dalam 1000 HPK baik bagi ibu maupun anak.
Tetapi, Bupati Stefanus menegaskan, asupan gizi yang baik ditentukan penyediaan makanan yang memadai dan pendistribusiannya sesuai kelompok umur.
“Penyediaan makanan dan pendistribusiannya tepat umur menjadi langkah yang tepat dalam mencegah stunting. Sebaliknya, apabila penyediaan makanan dan pendistribusiannya tidak tepat umur dapat menimbulkan empat kondisi status gizi seseorang, yakni gizi buruk, jelek, kurang dan baik”, tandas bupati yang akrab disapa SBS itu.
Bagi bupati mantan Kadinkes Sumba Timur ini, biang kerok stunting ada di dinas kemakmuran, antara lain dinas pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.

“Dinas-dinas kemakmuran inilah yang harus menyediakan makanan yang secukupnya dan didistribusikan sesuai kelompok umur yang ada. Sehingga, kondisi status gizi seseorang yang buruk, jelek, baik dan kurang itu dicegah sejak dini”, demikian Bupati SBS.
Salah satu langkah yang ditawarkan Bupati SBS untuk mencegah stunting adalah perbaikan genetika atau keturunan. Sehingga, sedapat mungkin ada perkawinan silang.
“Jadi, usahakan anak-anak kita, misalnya anak orang Timor kawin dengan anak orang Jawa, Sumatera atau Flores. Jangan kawinkan anak dengan anak om. Nanti kerdil atau bodoh dan bodoh sekali”, tandas Bupati SBS disambut tawa riuh peserta rembuk.
Hadir dalam rembuk ini Sekretaris Dinas Kesehatan Propinsi NTT David Mandala, Sekretaris Kabupaten Malaka Donatus Bere, para staf ahli, para asisten, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kabupaten Malaka, para camat dan kepala desa se-Kabupaten Malaka, para pegiat kesehatan, Danramil 1605-04/Betun Mayor (Inf) Tasdiq Prawoto.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *