Bupati Malaka dan Gubernur NTT Serahkan Hewan Kurban kepada Umat Muslim

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan delapan ekor hewan kurban kepada umat Muslim Malaka terkait Hari Raya Idhul Adha 1440 Hijriyah. Dari delapan hewan kurban itu, lima di antaranya diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka. Sedangkan tiga lainnya diberikan Pemerintah Propinsi NTT.
Penyerahan hewan kurban ini dilakukan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan diterima Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka Zaenal Muttaqin di Mesjid Agung Al-Jihad Kota Betun, Jumat (09/08/2019) sore.
Pada kesempatan itu, Bupati Stefanus mengajak pimpinan dan umat Muslim yang hadir untuk selalu mendoakan para pimpinan negara di semua jenjang supaya bisa melaksanakan tugas dengan baik dan lancar dalam keadaan sehat.
Selain itu, para pimpinan agama diminta senantiasa menjaga kerukunan hidup antarumat beragama di Kabupaten Malaka.
Ketua MUI Kabupaten Malaka Ustad Zaenal Muttaqin mengapresiasi perhatian dan dukungan pemerintah Kabupaten Malaka terhadap umat Muslim di Kabupaten Malaka. Karena itulah, atas nama umat Muslim Kabupaten Malaka, Uztad Zaenal mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Malaka, terutama Bapak Bupati Malaka yang sejak awal masa kepemimpinannya selalu memberikan perhatian kepada umat muslim Kabupaten Malaka dalam banyak hal, termasuk menyerahkan hewan kurban setiap tahunnya.
“Seluruh umat muslim di Kabupaten Malaka senantiasa memohon kepada Allah SWT untuk selalu memberikan kesehatan yang baik kepada Bapak Bupati Malaka dan semua perangkat daerah supaya lancar melayani masyarakat Kabupaten Malaka”, kata Uztad Zaenal.
Hewan kurban ini direncanakan dibagikan ke Mesjid Agung Al-Jihat Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, Mesjid Al-Fateh Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah,
Mesjid Nur Salam Kompi A Batalyon Raider Khusus 744/SYB Desa Lakekun Kecamatan Kobalima dan Mesjid Al- Kaidah Kompi D Batalyon Raider Khusus/744 SYB Desa Lakekun Utara Kecamatan Kobalima.
Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang copy