oleh

Bupati Malaka Datangi Kebun Petani Pastikan Bawang Merah Tumbuh Subur

BETUN, TIMORline.com-Bupati Malaka Stefanus Bria Seran terus bekerja menyejahterakan masyarakat setempat. Saban hari, sedapat mungkin mendatangi petani bawang merah di kebun. Ini untuk memastikan apakah bawang merah milik petani tumbuh subur atau tidak.
Selasa (06/08/2019) siang, bupati mantan Kadinkes NTT ini mendatangi beberapa kebun petani bawang merah di wilayah Kecamatan Malaka Barat. Setelah menyaksikan tanaman bawang merah milik masyarakat setempat yang tumbuh subur, Bupati Stefanus hanya berkomentar singkat, “Bawang merah Malaka tumbuh subur”.
Bupati Stefanus mendatangi kebun para petani bawang merah lebih pada komitmennya menyukseskan Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM). Salah satu komoditi unggulannya adalah bawang merah.
“Utamanya adalah masyarakat Malaka harus berkelimpahan pangan”, tandas Bupati Stefanus dalam berbagai kesempatan.
Ketua Tim RPM Herry Z. Kotta dalam pertemuan terbatas dengan media di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Selasa (06/08/2019), menjelaskan, pihaknya sudah mendatangi para petani bawang merah Kabupaten Malaka di beberapa desa. Antara lain Desa Oanmane, Sikun dan Fafoe di Kecamatan Malaka Barat. Desa lainnya adalah Desa Laleten di Kecamatan Weliman.
“Bawang merah milik petani di desa-desa itu sangat subur. Kita tahu karena sebelum pertemuan ini kita datangi para petani di desa-desa itu”, kata Herry.

Menurut Herry, bawang merah Malaka di pasaran sangat diminati di luar Malaka. Hal ini diketahuinya dari status yang dimuatnya di akun facebooknya. Dalam akunnya, Herry menginformasikan bahwa harga bawang merah Malaka Rp17.000,00.
“Banyak orang meresponnya. Bahkan, ada netizen yang menginformasikan bawang merah dari daerah lain di NTT harganya Rp13.000,00. Ini namanya perang dagang. Ada pedagang bawang merah yang merasa disaingi”, kata Herry.
Herry juga mengatakan, penanaman bawang merah di Malaka telah berlangsung sejak pertengahan Juli 2019. Bahkan, lebih dari 20 petani di Desa Oenmane dan Desa Motaain yang menanam bawang merah secara mandiri atau tidak lagi dibantu pemerintah, hasil panennya cukup memuaskan.
Bagi petani yang belum menanam bawang merah, Herry ingatkan untuk melakukan perendaman benih bawang merah dengan fungisida sistemik selama dua jam sebelum ditanam. Sedangkan untuk tanaman yang sudah ada, segera dilakukan penyemprotan dengan fungisida sistemik yang tersedia dalam rentang waktu 7-10 hari.
Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Komentar