SDK Kamanasa-Malaka Butuh Lima Ruang Kelas Baru

BETUN, TIMORline.com-Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kamanasa di Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki daya tampung tidak sebanding dengan jumlah murid. Karena itu, saat ini sekolah ini membutuhkan lima ruang kelas baru (RKB).

Hal itu disampaikan Kepala SDK Kamanasa Dominggus Amaral kepada TIMORline.com di halaman sekolah tersebut, Senin (29/07/2019).

Dominggus menjelaskan, saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki tujuh ruang kelas permanen dan tiga ruang darurat. Jumlah ini tidak bisa menampung murid yang saat ini berjumlah 390 orang.

Para murid pada umumnya berasal dari wilayah Desa Kamanasa dan sekitarnya. Ada yang malahan datang dari  Sukabi Hanawa dan Maubesi. Padahal, di sana ada sekolah.

Dominggus sendiri menyarankan kepada orangtua untuk sekolahkan anak-anaknya di Sukabi Hanawa dan Maubesi tetapi orangtua tidak mau. Orangtua maunya sekolahkan anak di SDK Kamanasa.

“Kalau orangtua bilang mau kasih sekolah anak di sini, tidak mungkin kami tolak. Karena terima, ya, risikonya kami harus siapkan ruang kelas”, tandas Dominggus.

Saat ini, kata Dominggus, 390 murid yang tercatat di sekolahnya dibagi dalam 13 rombongan belajar (rombel). Diyakini, ke-13 rombel ini akan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan baik kalau didukung ruang kelas yang memadai.

“Kami hanya punya tujuh ruang permanen dan tiga ruang darurat. Tapi, tiga ruang darurat ini tidak dipakai untuk KBM. Tiga ruangan ini untuk menyimpan bangku, meja dan kursi. Anggap saja gudang. Kalau digunakan sebagai ruang kelas, kami simpan barang-barang itu di mana”, kata Dominggus.

Melihat jumlah rombel yang begitu banyak, Kasek Dominggus mengaku sudah mengajukan usulan ke Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKPO) Kabupaten Malaka, beberapa lalu. Pihak dinas kemudian meresponnya dengan melakukan survei sekaligus pengukuran lokasi di bagian barat sekolahnya.

“Kita minta lima ruang kelas baru dari dinas. Dinas setuju dan sudah melakukan survei sekaligus pengukuran lokasi pembangunan ruang kelas baru. Tahun ini dibangun”, demikian Kasek Dominggus.

SDK Kamanasa berdiri pada 1954. Pada 2000, sekolah ini direhab. Dinding bebak  diganti tembok permanen. Pada April 2013, Dominggus menjabat Kasek, menggantikan Petrus Nahak Fahik. Dia didampingi 15 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), empat guru kontrak dan dua guru honor.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *