KPK, Kejagung, Polri dan BPK Didesak segera Audit Penggunaan APBD Keerom Empat Tahun Terakhir

ARSO, TIMORline.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didesak segera mengaudit penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Keerom-Propinsi Papua empat tahun terakhir, yakni Tahun Anggaran 2016, 2017, 2018 dan 2019. Diduga kuat,  anggaran-anggaran itu selama ini tidak menyentuh masyarakat sama sekali, termasuk masyarakat asli Suku Keerom.

Desakan itu disampaikan Ketua Dewan Adat Keerom (DAK) Servo Tuamis kepada media di Arso, Senin (29/07/2019). “Kami merasakan ada praktik-praktik penggunaan anggaran yang tidak adil bagi masyarakat asli Suku Keerom,” tandas Servo.

Menurut Servo, selain APBD Keerom, penggunaan anggaran dari propinsi dan pusat juga mengalami hal serupa. Sehingga, KPK, Kejagung, Polri dan BPK diharapkan segera turun di Keerom untuk mengaudit penggunaan semua anggaran itu, termasuk dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Lembaga-lembaga hukum seperti KPK, Kejagung, Polri dan BPK perlu turun di Kabupaten Keerom dan melakukan audit penggunaan APBD empat tahun terakhir ini. Sebab, sampai hari ini penggunaan anggaran itu tidak jelas”, tegas Servo.

Servo mengakui kalau Kabupaten Keerom sudah 15 tahun menjadi daerah otonom. Tetapi, dia heran, mengapa Kabupaten Keerom masih tertinggal dibanding daerah-daerah lain.

Padahal, sebetulnya, Kabupaten Keerom adalah wilayah Indonesia di Propinsi Papua yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea. Sebagai daerah perbatasan, kata Servo, Kabupaten Keerom harus lebih maju dari daerah lain. Sebab, menjadi kabupaten perbatasan berarti menjadi garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan negara lain.

“Kita harus menunjukkan dan berbuat yang terbaik bagi NKRI di perbatasan. Perbatasan adalah wajah NKRI yang sesungguhnya”, demikian Servo.

Editor: Cyriakus Kiik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: bisa copy