oleh

Persami Mania dan Lafaek Malaka Dukung Program Bupati SBS ‘Perang Melawan Sampah’

BETUN, TIMORline.com-Persami Mania yang adalah  para pendukung setia Persatuan Sepakbola Maumere (Persami) Kabupaten Sikka ternyata beda dengan maniaker bola pada umumnya.

Kalau para maniaker bola pada umumnya diidentikkan dengan rusuh, reseh, kekerasan, anarkis, huru-hara dan hura-hura, salah satu ciri khas Persami Mania adalah peduli lingkungan dan kebersihan.

Ciri ini telah ditunjukkan Persami Mania dengan melakukan kerja bakti di Kota Betun Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah pada Rabu (10/07/2019).

Selama dua jam terhitung pukul 08.30 wita sampai dengan pukul 10.30 wita, Persami Mania bersama-sama dengan Komunitas Lafaek Malaka membersihkan Kota Betun. Kepedulian kedua komunitas ini dilakukan dengan memungut semua jenis sampah  yang bertebaran di Kota Betun.

Berawal di perempatan Lapangan Umum-Pertokoan Betun, maniaker Persami dan Komunitas Lafaek Malaka ini melingkar ke Pasar Ayam Bei Abuk, menuju lapangan umum Betun dan sekelilingnya.

Sesampai di sisi timur Lapangan Umum Betun, secara tak sengaja, Camat Wewiku Yohanes Lau yang kebetulan melintas, menghentikan mobilnya langsung bergabung dengan Persami Mania dan Komunitas Lafaek Malaka.

Sang camat berbaur di antara mereka. Sampah plastik berupa gelas aqua, botol aqua, dedaunan, kertas dan lainnya, dipungut kemudian diisi dalam karung yang sudah disiapkan. Ada pula sampah yang dipungut langsung dimasukkan dalam tempat sampah yang tersedia di semua titik lokasi. Di depan pertokoan, sampah yang sudah diisi dalam karung langsung dimuat di truk kebersihan milik   Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka yang lagi angkut sampah.

Yanto Toda yang mengoordinir teman-teman Persami Mania menjelaskan, kerja bakti yang mereka lakukan atas inisiatf sendiri. Mereka ingin menunjukkan hal-hal positif kepada publik, tidak hanya di Malaka tetapi  di mana saja mereka berada. Sebab, menurut Yanto, kalau orang bicara mania, selalu diidentikkan dengan  rusuh, reseh, kekerasan, anarkis, huru-hara dan hura-hura.

Baca Juga:  Kapolsek Weliman dan Anggota Pantau Lokasi Budidaya Marungga 'Program Gubernur NTT'

“Persami Mania beda dengan komunitas mania bola lainnya. Di Maumere, misalnya,  Persami Mania punya komunitas lain yang berurusan dengan lingkungan. Bahkan, komunitas kita pilih sampah juga di dalam laut”, tandas Yanto.

Di Malaka, Persami Mania gandeng Komunitas Lafaek Malaka melakukan kerja bakti keliling Kota Betun termasuk lapangan umum. “Kita tidak hanya mania bola tetapi peduli lingkungan juga. Kita kerja bakti di Kota Betun, termasuk di sekeliling Lapangan Umum Betun”, demikian Yanto.

Koordinator Umum Komunitas Lafaek Malaka Silfester Sifensius yang dihubungi melalui telpon selulernya, menjelaskan,  kerja bakti yang mereka lakukan bersama Persami Mania merupakan dukungan nyata Komunitas Lafaek Malaka terhadap Program Melawan Sampah Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS).

Menurut Ifen, begitu akrabnya Silfester Sifensius, Komunitas Lafaek Malaka terlibat dalam kegiatan kerja bakti ini atas undangan Persami Mania. Saat mendapat undangan itu, sebagai tuan rumah Malaka, mereka sangat gembira. “Jumlah kami memang sedikit tetapi kami ada dan datang bergabung dengan Persami Mania. Sebab, apa yang Persami Mania lakukan itu sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Malaka  di bawah kepemimpinan Bupati SBS”, demikian Ifen.

Penulis/Editor: Cyriakus Kiik

 

Komentar